You are currently browsing the tag archive for the ‘mtamim’ tag.
Beberapa waktu terakhir ini nampaknya ada yang berubah dari Google Adsense. Pendapatan harian menunjukkan angka yang menurun cukup drastis. Saya kurang tahu apa yang menyebabkan tren turunnya pendapatan ini. Padahal dari sisi trafik nampaknya sama saja. Saya sempat blogwalking di beberapa tempat ternyata banyak blogger yang mengalami hal serupa. Apakah ini karena dampak krisis global yang akhirnya berpengaruh juga kepada dunia maya.
Di sisi lain, ada yang sedikit menggembirakan. Saya mendapat email kalau bulan ini mendapat fund paypal dari Text Link Ads yang lebih banyak dari biasanya. Setelah saya cek, ternyata dari bulan lalu salah satu spot iklan saya di blogspot laku terjual. Ini pengalaman pertama dari TLA di mana ternyata blog di blogspot-pun dapat dipasangi spot iklan TLA dan laku ![]()
Jadi teman-teman yang mau mencoba jualan link TLA tak perlu pakai blog dengan hosting sendiri, pakai yang blogspot yang gratisan pun ternyata bisa laku juga. Enaknya TLA, kita tak perlu mikir trafik atau jumlah klik, karena sewa bulanannya sudah jelas. Bahkan blog yang saya pasang TLA ini sudah lama sekali tidak saya update, ternyata masih laku juga…
Saat ini Lomba Keberhasilan Guru yang diadakan oleh DEPDIKNAS telah melalui tahapan seleksi finalis. Daftar finalis sudah diumumkan. Berikut ini daftar finalis yang diambil dari situs Ditpropen.
Read the rest of this entry »
Beberapa waktu lalu, tepatnya 7 September 2008, saya diundang menjadi narasumber untuk acara e-Lifestyle di Metro TV. Posting mengenai ini dapat dilihat disini dan disini. Tidak seperti tahun lalu yang saya sempat merekam wawancaranya dengan TV Tuner di laptop, kali ini saya tidak sempat merekam karena selain agak repot karena saya harus datang ke studio Metro TV Jakarta kali ini juga siaran secara langsung (live show).
Kebetulan ada salah satu teman saya yang sempat merekam seadanya menggunakan ponsel. Meski gambar kurang bagus ya lumayan lah (thks Pak Ash)
Video lain ada disini

Ini hari ketiga dalam training Web Based Course Development kerjasama P4TK Matematika dan SEAMOLEC. Meski sebenarnya sudah agak lama ngutak-atik Moodle ini dan bahkan P4TK Matematika sebenarnya sudah memiliki aplikasi ini online, namun saat ini belum banyak disosialisasikan dan dimanfaatkan. Moodle digunakan sebagai CMS untuk pembelajaran e-learning. Alamat Moodle P4TK Matematika dapat diakses di http://elearning.p4tkmatematika.org.
Beberapa aktivitas pembelajaran yang didukung oleh Moodle adalah sebagai berikut:
- Assignment : Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada peserta pembelajaran secara online.
- Chat : Fasilitas ini digunakan untuk melakukan proses chatting
- Forum : forum diskusi secara online dapat digunakan dalam membahas suatu materi pembelajaran.
- Kuis : Dengan fasilitas ini memungkinkan untuk dilakukan ujian ataupun test secara online.
- Survey : Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat.
Tutorial singkat mengenai Moodle ini dapat didownload dari..
AXIS menawarkan akses internet murah dengan tarif Rp.0,1 perKB untuk 10 MB pertama setiap hari. Jadi dihitung kita hanya bayar Rp.1000 untuk 10MB pertama setiap hari. Saya lalu coba beli perdananya. Setting di GPRS HP nya ternyata juga tidak rumit. Saya pakai sms dengan format isi WAP dan kirim ke 2288. Tunggu beberapa menit maka akan dikirim konfigurasi setting untuk HP.
Mulanya saya pesimis karena saya tidak di pusat kota (saya di Jogja utara), jadi sinyalnya mungkin buruk. Pertama memang agak susah. Besoknya saya coba lagi baru bisa. Saya coba browsing-browsing pakai Operamini dan gambar saya ON-kan. Juga buka YMTiny untuk chatting. Setelah menjelajah kemana-mana saya cek cuma habis Rp.100!
Saya lalu coba pakai PC dan HP 6600 saya pakai sebagai modem. Saya mulanya kesulitan karena koneksi PC-HP pakai bluetooth jadi agak lama setting disitunya. Pakai PC Suite juga gak bisa. Lalu saya pakai dial up biasa. Gak bisa juga. Ternyata AT Command di modem harus ditambahi (pakai tambahan AT CGDCONT=1,”IP”,”AXIS”) . Dan berhasil!
Saya coba cek email di Yahoo, nulis beberapa posting di blog, googling dan buka YM. Lalu setelah beberapa saat saya cek trafik data nya sekitar 4MB. Saya cek pulsa habis sekitar Rp.500.
Menurut saya AXIS cukup menarik juga nih.
Yahoo saat ini melaunch dua domain baru bagi pengguna layanannya. Kini kita dapat memiliki email dengan domain @ymail.com atau @rocketmail.com. Bagi Anda yang cukup ribet dengan nama email Yahoo yang ada sekarang yang terlalu panjang atau aneh (karena penggunanya sudah bejibun dan nama yang bagus sudah duluan diambil orang lain), kini ada kesempatan membuat email dengan nama bagus. Misalnya kemarin kita punya email agus2005@yahoo.com kini ada kesempatan untuk memiliki email di agus@ymail.com atau agus@rocketmail.com.
Tentu saja kita harus cepet-cepet sebelum keduluan orang lain. Saya saja ternyata sudah telat. Mulanya mau buat di tamim@ymail.com, eh udah keduluan orang lain, padahal nama saya ini kan bukan nama pasaran lho, kok masih keduluan juga. Makanya buruan daftar disini…
Kalau ingat hari-hari ini tapi dengan setback10 tahun lalu, kita pasti tak akan lepas dari gegap gempita reformasi. Hari-hari yang mungkin tak akan pernah terlupakan. Saya waktu itu memang tinggal dan wira-wiri di kawasan yang cukup ‘panas’ (IAIN dan UGM). Bahkan tahun-tahun sebelum ’98 pun sudah terasa panasnya. Saya sejak waktu SMA kost di lingkungan mahasiswa, dengan berbagai latar aktifitas organisasi kemahasiswaan. Jadi, sejak SMA saya sudah cukup terbiasa wacana-wacana kontemporer waktu itu dan bagaimana kontrol pemerintah yang cukup keras. Waktu itu seingat saya ada majalah kampus yang menurunkan artikel tentang kekayaan Pak Harto, langsung dibredel (kebetulan ada teman saya yang menjadi redaksinya) dan disambut dengan demonstrasi (yang skalanya masih kecil, karena tema ini waktu itu kurang populer dan cukup beresiko). Selain itu ada juga demonstrasi besar menentang SDSB yang cukup sukses.
Ada lagi persitiwa yang sempat meletup ketika menjelang Pemilu 1997. Pada waktu kampanye, salah satu parpol cukup arogan memaksa massa untuk mengikuti slogan/simbol mereka, dulu dengan mengacungkan dua jari. Karena beberapa tidak mau akhirnya ada yang dikejar, dengan senjata tajam (waktu itu sudah biasa kalau kampanye sambil membawa parang atau pedang). Ada seorang mahasiswa yang dibacok, dan ada oknum yang mengejar sampai masjid di IAIN dan membubarkan jamaah sholat maghrib.
Peristiwa ini seperti klimaks dari kejadian-kejadian serupa. Malam itu juga massa berkumpul di depan masjid IAIN, termasuk saya yang ingin tahu kejadian dan sebenarnya hanya mau makan malam. Semakin lama semakin banyak massa datang. satu-dua suara kekecewaan muncul dalam bentuk yel-yel
ketidak puasan terhadap arogansi salah satu parpol penguasa waktu itu. Bahkan kemudian, atribut parpol ybs yang ada disekitar lokasi dibakar (waktu itu tindakan semacam ini sangat berani dan sangat beresiko sekali). Tiba-tiba saya menyadari bahwa kampus sudah dikepung rapat oleh aparat keamanan. Suasana menjadi tak menentu. Di luar kampus terdengar tembakan berkali-kali (saya baru tahu kemudian, ternyata di luar kampus kejadiannya lebih parah). Sementara di dalam, massa juga semakin kalap, melempari aparat dengan batu. Saya pikir tinggal menunggu waktu saja kampus ini diserbu.
Semakin malam suasana semakin mencekam. Banyak kabar simpang-siur. Banyak teman yang mau pulang yang ketika keluar dari kampus langsung digebukin dan dilempar ke truk-truk aparat. Saya yang tadinya mau keluar kampus akhirnya balik lagi. Di luar, di kampung sekitar Papringan, Gowok dan sekitarnya razia lebih keras, banyak orang yang tidak tahu apa-apa akhirnya dihajr dan ditangkap. Misalnya ada seorang mahasiswa yang baru ke Jogja dari pulang kampung, dia baru makan di angkringan, tiba-tiba digebuki dan ditangkap. Untungnya di Sapen, tempat saya tinggal, tidak terlalu keras padahal kampung ini satu kompleks dengan IAIN. Sekitar pukul 12 datang Kapolres dan Pembantu Rektor (I atau III, saya lupa, dan terjadi negosiasi dengan massa. Terjadi kesepakatan sebagian massa akan membubarkan diri asal ada jaminan keamanan. Akhirnya Kapolres dan PR mengantarkan sebagian mahasiswa yang tinggal di Sapen dan Papringan. Saya yang tidak tahu ada kesepakatan itu ketinggalan. Waktu saya kejar ternyata sudah jauh di depan dan hampir tak kelihatan, tapi daripada suasana tidak menentu di kampus, saya tetap keluar.
Jalanan menuju Sapen penuh dengan barisan tentara berlapis lapis, penuh sekali, bahkan hanya menyisakan lorong sekitar 1/2 meter. Praktis saya berjalan di depan moncong-moncong bedil dan wajah garang. Dengkul saya sampai gemetaran.. Ternyata di belakang juga banyak tentara Kopasus (baret merah). Sampai di kos rasanya lega sekali meski di luar banyak suara lalu-lalang derap sepatu. (waktu itu hanya bisa mengikuti beritanya dari Radio BBC yang mengabarkan kalau situasi mencekam sampai subuh).
…
Setelah pemilu, situasi agak sedikit reda, namun ketika pemilu selesai dan Pak Harto dipilih lagi yang kemudian disusul dengan pembentukan kabinet yang cukup kental nepotisme-nya, suasana lambat laun menjadi panas lagi, apalagi dengan krisis ekonomi yang tiba-tiba menghantam. Seingat saya secara kota-kota lain masih adem-adem saja, di Jogja demo sudah kembali marak, makin massif dan lebih berani lagi untuk menuntut turunnya Pak Harto, tuntutan yang tak terbayangkan akan terjadi pada bulan-bulan sebelumnya (penolakan pemilihan Pak Harto pernah terjadi juga, misalnya tahun 1978 di ITB, namun akhirnya dapat dilibas).

bersambung…
Foto: okusi.net
Beberapa waktu terakhir saya mencoba sebuah alat yang menurut saya cukup menarik yaitu mousepen (saya tidak tahu nama generiknya). Alat ini semacam pena beserta papan digunakan untuk menggantikan fungsi mouse. Dengan alat ini kita dapat menggunakan input mouse seperti biasa namun perangkatnya adalah pena sehingga persis jika kita menulis atau menggambar dengan pena biasa.
Beberapa software saya coba dengan alat ini, terutama yang software grafis seperti Photoshop, Corel Painter, dll. Dan ternyata, menggambar menggunakan alat ini lebih menarik dan menyenangkan… Saya juga mencoba menulis khat arab, ternyata hasilnya juga lumayan.

Meski agak telat tahu, ternyata di april tahun ini ada juga hoax yang beredar dan berhubungan dengan agama. Saya sudah beberapa kali menulis tentang hoax ini, dan bebrapa kali mendapat komentar dan masukan yang cukup beragam dari yang setuju maupun yang “tak setuju” dan juga yang cukup menyentil terkait apa yang saya tulis, apalagi apa yang saya tulis terkait hal sensitif, agama. Padahal saya substansinya tidak sedang membicarakan itu, tapi lebih kepada prinsip kehati-hatian memilah dan memilih informasi. Silahkan baca posting saya disini dan disinijuga disini.
Terkait april mop, coba anda cari di google dengan keyword sebagai berikut “Umat Islam Tak Pantas Rayakan April Mop“. Anda akan menjumpai banyak sekali link terutama blog yang memuat posting yang sama. Dan hampir semua merujuk ke Kantor Berita Antara. Duhh! Saya cukup maklum kalau berita hoax macam ini beredar di kalangan blogger, tapi kali ini malah Antara, kantor berita negara ini, yang menjadi sumbernya. (Di situs web Antara, berita ini sudah dihapus, tapi cache di servernya google masih tersimpan dan masih bisa dibuka.) Berita ini bahkan sempat dimuat juga di Republika dan ternyata banyak lagi media yang memuat hoax ini, seperti Tribun Kaltim, Tribun Timur, CyberMQ, dan banyak lagi apalagi ditambah yang versi tercetaknya..
Saya tidak sedang memperbincangkan isi hoax tersebut, dan tak mau banyak opini, silahkan dibaca dan dicermati dan beropini sendiri
Link terkait
http://sandynata.wordpress.com/2008/03/31/hoax-asal-usul-april-mop/
http://tausyiah275.blogsome.com/2007/04/05/hoax-dan-april-mop-yang-terkait-islam/
http://hermansaksono.com/2008/03/umat-islam-tak-pantas-rayakan-april-mop.htm
Kita mungkin terbiasa memperingati hari besar atau hari-hari penting dengan seremonial, termasuk hari Kartini. Dulu, yang lekat di ingatan saya, waktu SD, hari Kartini diperingati dengan berpakaian daerah (kebaya dsb). Sekarang, sepertinya acara yang seremonial pun sudah tidak populer lagi, apalagi memaknainya. Di sini saya akan sedikit menulis tentang Kartini dan mengajak memaknai hari Kartini ini.
Saya pribadi, semasa sekolah, mengetahui tentang Kartini dari pelajaran sekolah yang intinya Kartini adalah pahlawan pejuang perempuan. Saya lebih banyak tahu lagi dari membaca bukunya “Habis Gelap Teritlah Terang”. Dulu, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, saya hanya dapat memaknai perjuangan Kartini ini dengan seadanya. Kini setelah baca-baca lagi, saya seperti baru merasakan betapa perjuangan Kartini tidak kalah hebatnya dengan perjuangan fisik/peperangan pahlawan lain.
Kartini adalah sosok yang penuh gelora, penuh pertanyaan, penuh impian besar. Dia mempertanyakan kenapa?? bertanya kepada belenggu tradisi, belenggu indoktrinasi, belenggu penjajahan (fisik dan non-fisik). Di ruang pingit yang sempit, pikiran dan wawasannya mengembara ke pelosok semesta mencari jawaban.
Di awal pengembaraan nya, banyak tradisi Jawa dan juga mempertanyakan Islam yang dipraktekkan masa itu yang diprotesnya. Bagi seorang, apalagi wanita, di jaman itu, keberanian Kartini ini cukup mencengangkan (bisa saja dia dianggap menyebarkan pandangan sesat
)
Pada awalnya pula, ketika berkenalan dan berdiskusi dengan teman-teman Belanda-nya, terlihat pula dia begitu terpesona dengan budaya Barat yang dilihatnya lebih maju dan moderen. Banyak surat-suratnya yang menyiratkan hal ini. Namun, seiring waktu dan tentu dengan perenungan hebat pada akhirnya dia seperti menemukan sebuah titik cahaya. Salah satu momen penting hidupnya adalah bertemu Kyai Soleh Darat. Sejak masa pertemuan itu Kartini seperti menemukan titik balik mengenai perjalanan hidupnya. Ia bahkan banyak menulis kata-kata “dari gelap menuju cahaya” (yang sangat mungkin dia kutip dari Al-Quran: minadzdzulumati ilan nuur). Ia seperti menemukan dirinya lagi di belantara kegalauan dan peperangan jiwanya. Menemukan titik pemahaman baru tentang tradisi, juga tentang Islam yang dimaknainya. Lebih dari itu diapun berusaha keras mewujudkan pikiran dan mimpinya itu dengan mendirikan sekolah untuk perempuan.
Lebih lanjut tentang ini silahkan baca posting saya di Dari Gelap Menuju Cahaya
Kartini adalah seorang wanita,seorang manusia yang ingin dimanusiakan..
Membaca tulisan pak Arry tentang faktor kegagalan IT plan dan tulisan lain bernada skeptis di seputar rencana Jabar sebagai Provinsi Cyber 2012, saya jadi teringat dengan banyak program yang hampir sama di bidang pendidikan.
Saya akan mulai dengan dua faktor penyebab kegagalan IT Plan ketika dipraktekkan di lapangan. Menurut Pak Arry dua faktor tersebut adalah:
Pertama, Technocentric View; perancangan berorientasi pada teknologi, bukan pada bisnis. Seharusnya bisnis dijadikan acuan, teknologi dirancang mengikuti rencana bisnis ke masa depan.
Kedua, Fokus Bisnis Lemah; rencana bisnis ke depan akan dijadikan acuan perancangan, sehingga fokus bisnis yang lemah otomatis akan membuat IT plan akan lemah juga karena mengacu pada sesuatu yang tidak fokus.
Di dunia pendidikan agaknya terjadi juga ‘sindrom’ serupa. Saya melihat dan merasakan banyak upaya-upaya pemanfaatan IT di dunia pendidikan masih berputar di technocentric view, bukan pada “bisnis” (mohon tidak diterjemahkan istilah bisnis ini sebagai komersialisasi lho), yaitu pendidikan itu sendiri. Bukannya saya tidak mendukung atau beroposisi pemanfaatan ICT di dunia pendidikan, saya sangat yakin dunia pendidikan ke depan mau tidak mau tidak akan bisa lepas dari teknologi. Masalahnya, banyak upaya-upaya “ICT untuk pendidikan dan pembelajaran” akhirnya hanya diterjemahkan dalam artian sangat sempit:proyek pengadaan alat dan infrastruktur dan sebangsanya. Sangat jarang program pemerintah yang benar-benar menyentuh aspek kependidikannya, saya istilahkan di sini sebagai kultur pendidikan dan pembelajarannya (mohon dikoreksi jika kurang tepat).
Membicarakan mana yang perlu didahulukan antara membangun infrastruktur dan kultur ini seperti berbicara tentang ayam dan telor (duluan mana sih ayam dan telor?
). Saya pernah diskusi agak panjang mengenai ini dengan seorang kawan. Kawan saya ini berargumen kalau digeber dengan infrastruktur yang besar-besaran maka kultur akan terbangun dengan sendirinya. Mungkin tidak semua dari proyek itu akan berhasil, ibarat mencari emas secara tradisional, dari berton-ton pasir yang diayak, nanti akan ketemu emasnya meski sedikit. Kawan saya lalu mempertanyakan misalnya tidak ada infrastruktur, bisakah saya, katakanlah mengajak guru di desa yang komputer saja tidak pernah pakai lalu diajak ke warnet memperkenalkan internet atau email dsb. Apakah kultur bisa dibangun dengan cara demikian?
bersambung
Kemarin saya mendapatkan surat dari penerbit berisi laporan penjualan buku yang pernah saya tulis dan royalti dari penjualan tersebut. Buku saya ini, paling tidak menurut saya sendiri, termasuk yang biasa-biasa saja alias bukan bestseller sehingga royalti yang saya dapatkan relatif kecil. Saya lalu membandingkan dengan aktifitas menulis dalam bentuk lain, yaitu menulis blog.
Dari sisi keuntungan materi, menulis blog (atau di website) ternyata lebih menguntungkan. Sebagai pembandingan, hasil royalti dari penjualan buku saya ini dalam beberapa bulan ternyata lebih kecil dibanding dengan hasil dari aktifitas blogging saya bahkan tidak sampai seminggu. Belum lagi jika dibanding dengan effort yang juga lebih mudah. Menulis buku tidak bisa satu-dua hari, butuh ketekunan dan kesabaran luar biasa. Kalau menulis blog ya bisa sambil lalu, menulis ketika ada mood saja.
Ini tentu saja sangat relatif dan sangat subjektif. Saya kenal seseorang yang sangat aktif menulis buku, mungkin sebulan sekali ada bukunya yang terbit. Bukunya juga bagus-bagus. Dibanding teman saya ini royalti saya tentu tidak ada apa-apanya. Saya ambil contoh lain, Habiburrahman sukses dengan novel AAC-nya tentu dengan penerbitan buku novel-nya tersebut. Kalau novelnya dirilis dalam bentuk digital misalnya, saya tidak yakin akan booming seperti sekarang. Soal blog yang menghasilkan, saya-pun sebenarnya tidak ada apa-apanya dibanding blogger-blogger berpengalaman yang mampu menghasilkan ribuan dolar per bulan. Saya sendiri sudah cukup kaget dan bersukacita ketika bulan kemarin nilai pendapatan sebulan penuh bisa “pecah telor” mencapai US$100.05.
Namun, selain materi, banyak hal yang patut menjadi pertimbangan juga. Kita kadang menulis (terutama menulis blog) bukan untuk uang semata. Kita kadang hanya senang berbagi, senang mencari teman, atau dalam rangka aktualisasi diri, jadi ketika menulis tidak selalu dalam rangka mencari uang saja.
Kalau saya pribadi, pilihan antara menulis buku atau blog (baik untuk tujuan mencari penghasilan atau hobi), saya akan memilih yang kedua.
Oya, ini link buku yang pernah saya tulis, Pemrograman ADO-DB PHP.
Sabtu kemarin ada acara khusus dari temen-temen Angkringster dalam rangka gathering dan berbagi pengalaman di bisnis online. Acara ini berlokasi di Kaliurang. Saya berangkat agak sore. Sampai di gerbang Kaliurang hujan deras sekali.Karena pakaian basah saya jadi berpikir untuk pulang lagi. Tapi saya pikir acara begini sayang untuk dilewatkan dan akhirnya saya lanjutkan ke lokasi.
Acaranya sendiri baru mulai sebelum maghrib, sekedar ramah tamah dan dilanjutkan setelah sholat dan makan malam. Banyak hal dan wawasan baru yang saya dapatkan dari sini. Meski sedikit banyak saya sudah pernah baca-baca dan mempraktekkan online earning, khususnya di Google Adsense, tapi saya masih menemukan banyak informasi baru yang langsung dari para pakarnya.
Salut juga bagi para pebisnis online ini yang hampir semua memulai dari nol. Dan yang patut diapresisasi adalah mereka dengan senang hati berbagi ilmu tanpa minta bayaran, bahkan menombok pembiayaan acara ini.
Senang sekali bertemu banyak teman, dan ketemu dengan para pakar online earning seperti Mas Isnaini, Mas Wawan Pogung, Mas Dewo, Mas Ilham, Mas Wira dll
Setiap kali saya membawakan materi tentang blog, saya seringkali menekankan untuk menghidari menggunakan data diri yang nyata, terutama data yang detil (alamat, nomor HP, dst). Bukan berarti saya menganjurkan untuk menjadi ‘penipu’ (Baca: Blogger Tukang Tipu), tapi lebih kepada alasan keamanan (misalnya terkait dengan online predator, pencurian kartu kredit dll), mengingat kita tidak tahu benar, siapa yang ‘berhadapan’ dengan kita di dunia internet, bisa saja orang baik, orang jahat, atau siapapun (atau apapun, kucing barangkali? hehehe).
Meski Anda memutuskan untuk menyembunyikan diri, dengan memakai nama samaran-pun kita tetap bisa kok menulis banyak hal yang bermanfaat. “Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan..” (kalimat ini dinisbatkan kepada Sy. Ali). Kalau saya sendiri, saya lebih enjoy menampakkan nama.
Tapi, ujung-ujungnya kembali kepada kita sendiri, apakah yang kita baca dari blog itu kita nilai tipuan ataukah ilmu, mutiara atau kotoran. Kalau setuju kita ambil, gak setuju ya gak usah dibaca, gitu aja kok repot.

Kembali ke masalah kucing (lho?), percaya nggak kalo kucing bisa menulis makalah ilmiah, bahkan diundang untuk mempresentasikannya di forum ilmiah bergengsi? Kalo gak percaya, baca posting pak Grandis ini: Kucing menulis makalah ilmiah.
Btw, Anda-pun gak bakal tahu siapa yang nulis posting ini, saya atau kucing… Hehehe
(Gambar diambil dari americanelephant.wordpress.com)
Setelah menggunakan Opera Mini di HP, saya jadi bertanya-tanya, ada nggak ya software serupa yang dapat dijalankan di komputer PC. Soalnya kalau kita ngenet di komputer dan memanfaatkan GPRS menggunakan browser standar PC, biaya pulsanya jadi mahal banget. Dulu, waktu pertama kali menjajal koneksi internet dengan HP dan pakai kartu Simpati, saya habis sekitar Rp.4500 untuk mengakses 1 halaman Google saja!
Setelah saya cari-cari di internet, saya menemukan software yang cukup menarik, yaitu MidpX,
Ini adalah sebuah emulator yang dapat menjalankan aplikasi Java midlet di komputer. Dengan menginstal software ini kita dapat menjalankan aplikasi-aplikasi Java midlet dengan mengklik file .JAR. Secara otomatis software ini akan membuat sebuah file EXE yang dapat dijalankan dengan komputer. Dengan aplikasi ini, kita dapat menjalankan Opera Mini di komputer. Biasanya saya kalau ngenet dengan dial-up, saya gunakan Opera Mini-nya untuk searching di Google, baru setelah menemukan data yang dicari, saya catat alamat webnya dan baru mengakses menggunakan browser standar.
Memang tampilan Opera Mini di PC kelihatan kecil dibanding layar komputer. Namun biaya koneksi jauh lebih murah..
Selain Opera Mini, kita-pun dapat menjalankan aplikasi-aplikasi mobile lain. Jadi, misalkan kita mendownload game atau aplikasi lain, sebelum kita instal di komputer dapat kita jalankan di komputer dulu, baru setelah kita mencobanya dan setelah dirasa cocok, baru kita menginstal di HP.
Dapat dibaca juga disini.
Posting ini saya tulis dan publikasikan dengan koneksi internet dial-up menggunakan HP Samsung Nokia D600 dan kartu IM-3. Ternyata mudah sekali instalasi maupun cara koneksi internet dengan Samsung ini.
Pertama tentu saja adalah menyediakan peralatan yang dibutuhkan yaitu komputer, HP (dalam hal ini Samsung Nokia D600), kabel data dan CD driver bawaan HP.
Kedua, lakukan instalasi USB driver Samsung dan Samsung PC Studio yang ada dalam CD bawaan HP.
Ketiga, setelah instalasi sukses, sambungkan komputer dengan HP melalui kabel data. Tunggu sampai HP dikenali.
Keempat, jalankan Samsung PC Studio. Perhatikan, jika koneksi dengan HP sudah berhasil, maka akan tampak tulisan SGH-D600 Connected.
Kelima, pilih menu Internet PC Connections. Jika baru pertama kali koneksi, pilih Create New Connection, ikuti langkah per langkah. Perhatikan ketika ada pilihan untuk dial properties, kita tinggal pilih negara Indonesia, maka provider, username, password dll sudah otomatis terisi. Waktu pertama kali mencoba koneksi ini, saya mengisi sendiri semua form isian untuk dial ini dan gagal terkoneksi. Eh, ketika memilih negara-nya ternyata semua langsung terisi otomatis.
Keenam, jika sudah selesai maka tekan tombol Finish, maka akan dibuatkan shostcut di desktop dan muncul menu dial. Pada menu dial ini perlu kita masukkan password. Kalau pakai Im3, isikan username: gprs password: im3. Tunggu sampai dialling server berhasil dan komputer terkoneksi dengan dunia global..
Oya, untuk posting di wordpress ini saya memilih pakai WordPress versi Gadget, sehingga tampilan sangat irit sehingga pulsa GPRS juga menjadi irit. Untuk memakai WP-Gadget ini, jangan login ke wordpress.com reguler, tapi pakailah alamat m.wordpress.com.
Selamat mencoba…
Update: Setelah posting di WP Gadget ini, saya cek pulsanya ternyata hanya berkurang beberapa ratus rupiah (mungkin tidak sampai Rp.300). Tarifnya tentu akan berbeda jika anda memakai kartu lain.
Meski masa ‘hijau’ saya di era 80-an dan 90-an tapi interes musik saya ternyata cukup beragam dan banyak juga era 70-an atau sebelumnya. Salah satu band gaek yang cukup saya suka adalah Queen, yang rentang karirnya lumayan panjang (kayaknya sampai 90an juga). Salah satu lagu yang fenomenal yang saya suka adalah Bohemian Rhapsody (1975). Lagu ini terbagi dalam 6 bagian terpisah – introduction, ballad, guitar solo, opera, rock and an outro. Memiliki style, tone, dan tempo berubah-ubah, sangat tidak lazim pada jamannya (sebagian mirip sebuah opera).
Liriknya pun menjadi perdebatan penafsiran, diselingi ungkapan-ungkapan asing ada yang berbau persi dan arab seperti misalnya “bismillah”. Dalam peluncuran albumnya di Iran, pada pamfletnya diungkap salah satu interpretasi maksud lirik lagu ini. Konon dikisahkan bahwa lirik lagu ini adalah tentang seseorang yang tidak sengaja berbuat jahat dan menjual jiwanya kepada setan. Lalu saat eksekusi, dia bertobat dan memanggil nama Tuhan “Bismillah”, lalu dengan dibantu malaikat, dia memperoleh jiwanya kembali.. ada-ada saja..
(Silahkan lihat videonya berikut)
Salah satu lagu Queen lain yang saya suka, terutama saya suka videonya, yaitu lagu Innuendo (1991)

Bagi kebanyakan orang, kritik barangkali sebuah barang tabu. Entah karena kultur, kondisi sosial, kebiasaan atau sebab lain. padahal kritik (konstruktif) ibarat sebuah cermin tempat kita melihat muka sendiri. Bayangkan jika kita menyisir rambut, mencukur kumis, memakai bedak, memakai lipstik tanpa bercermin?
Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikritisi. Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua orang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun di sisi lain kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita. Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritik? ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang-orang yang carmuk, manusia-manusia bertopeng. Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala, bahkan keras hati. Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita. Ketika kita mulai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara-mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyianyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan perduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang-orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bahkan merongrong dan menghancurkan kita.
Namun, tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memilah dan memilih kritik-kritik yang konstruktif dan biarkan daja terbang bersama angin kritik-kritik yang menghancurkan. Jangan pula kritik menjadikan kita minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik. Kritik-kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan-kawan kita adalah orang-oarng yang betul-betl peduli dengan kita dan bukan orang-orang yang bermuka manis yang hanya mau ‘memanfaatkan’ kita. Pun sebaliknya kita harus mampu bersikap kritis kepada teman-teman kita meskipun itu tidak mereka inginkan. Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.
Jangan keras kepala!
Kita dikritik maka kita bertahan hidup…
Masjid Salman, Agustus 2005
Dulu, waktu masih kuliah dan awal-awal mengenal internet, saya sering berburu barang barang gratisan, terutama majalah. Tak terhitung berapa jumlah majalah gratis yang saya terima(dengan berbagai tema yang kadang saya sendiri tidak tahu karena cuma asal berlangganan). Beberapa dikirim ke alamat kos dan yang lain ke rumah. Kalo ke alamat kos saya tidak tahu apakah masih dikirimi atau tidak. Tapi yang ke alamat rumah, masih ada beberapa majalah masih ‘setia’ dikirimkan ke saya.
Beberapa majalah yang sampai saat ini masih dikirim ke saya dapat di lihat di catatan blog saya yang lain di http://allfreemags.blogspot.com
Kalo sempat, saya akan update majalah-majalah lain yang masih kelupaan.
Dari form subscribe yang ada anda tinggal mengisi data-data yang diminta seperti nama, alamat, nama perusahaan (silahkan saja diisi dengan kampus anda misalnya), dan isian-isian lain. Oya, kebanyakan majalah gratis hanya melayani negara tertentu (atau hanya mau mengirim versi digital), hanya yang bersifat international eliglible yang mau mengirim majalah tercetak ke semua negara (Anda harus rajin coba-coba). Di link http://allfreemags.blogspot.com ini hanya saya tampilkan yang international eliglible.
Selamat mencoba..
Ada ada saja keisengan orang-orang di internet. di situs http://www.revfad.com/flip.html kita dapat membalik tulisan yang kita masukkan di text box yang disediakan
Ini saya dapat lagi informasi lomba/sayembara penulisan buku pengayaan.
Tema Penulisan
- Peningkatan iman dan takwa dan akhlak mulia
- Penigkatan etika, estetika, ilmu pengetahuan dan teknologi
- Peningkatan daya saing bangsa dengan terciptanya manusia mandiri, bermutu, terampil, ahli, profesional, mampu belajar sepanjang hayat dan memiliki kecakapan hidup.
Peserta
Guru, penilik, pengawas, dosen, tenaga kependidikan lain (yang masih aktif atau sudah pensiun)
Naskah
- Fiksi (Prosa/cerpen, puisi, drama) tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MAN
- Non-Fiksi (IPA/IPS/Keterampilan) tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MAN
Penulisan
Naskah diketik 2 spasi minimal 60 halaman
Pengiriman
Naskah dikirim ke Panitia Sayembara Penulisan Buku Pengayaan 2007 Pusat Perbukuan Depdiknas.
Jalan Gunung Sahari Raya No.4
Jakarta Pusat 10002
Paling lambat 3 September 2007 (Cap Pos)
Pengumuman Pemenang 28 Nopember 2007
Hadiah
Hadiah Pemenang I Rp. 12 Juta
Hadiah Pemenang II Rp. 11 Juta
Hadiah Pemenang III Rp. 10 Juta
Jumlah Pemenang
Kelompok Non Fiksi (27 orang untuk masing-masing tingkat dan kategori)
Kelompok Fiksi (27 orang untuk masing-masing tingkat dan kategori)
Informasi selengkapnya
Pusat Perbukuan Depdiknas
Telp. 021-3804248
Email: pusbuk@sibi.or.id
Web: sibi.or.id
Sekali lagi saya posting tentang visi (baru keranjingan visi nih…). Waktu saya kuliah dulu, saya pernah mengikuti sesi/kelas yang dibawakan salah satu dosen hebat, Pak Dimitri Mahayana. Waktu itu beliau menyajikan materi tentang mobile technology. Waktu kuliah ini kami diputarkan sebuah video mengenai Visi NTT Docomo Jepang. What a great vision…
Surprisenya, waktu saya browsing-browsing, saya menemukan video tersebut di youtobe. Video ini menunjukkan mimpi NTT Docomo yang akan diwujudkan pada 2010 (yah, hanya dalam beberapa tahun ke depan!).
Video ini dibungkus kisah persahabatan beberapa anak kecil yang mengubur ‘kapsul waktu’ berisi kenangan dan cita-cita mereka dan dibuka setelah 30 tahun.
Silahkan lihat, Anda pasti juga akan surprise kalau melihat video ini dan, bangunlah, ini sebentar lagi bukan hanya mimpi! (tapi di jepang pastinya hehehe…karena kalo di Indonesia kita mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi)

Semenjak selesai mengerjakan thesis beberapa waktu yang lalu saya merasa pandangan mata saya agak kabur, mungkin karena terlalu lama berhadapan dengan komputer. Padahal dulu-pun saya sebenarnya terbiasa berlama-lama di depan PC. Mungkin karena dulu intensitasnya tidak terlampau lama seperti waktu mengerjakan thesis: dari pagi sampai larut malam, selama hampir setahun!(ya, setahun, bahkan teman-teman seangkatan sudah pada lulus 2 semester sebelumnya. ampuun..)
Akhir-akhir ini sepertinya pandangan kabur saya gak hilang-hilang juga, sepertinya malah semakin terasa. Maka saya sekarang kalau makan di warung saya lihat-lihat, kalau jual Jus Wortel pasti (seringkali ding…) saya akan pesen.Katanya, wortel baik untuk mata, bener gak ya?
Atau ada pengalaman atau saran lain barangkali?
I have run this application on my children phone, I awesome to tell tank you for your application, because this application usefully for education.
Please create other application.
Pesan di atas dikirim dari seseorang yang telah men-download salah satu aplikasi mobile yang saya buat (panduan Shalat ringkas). Banyak pesan dikirim kepada saya yang dikirim dari mana-mana baik dalam maupun luar negeri. Kebanyakan berisi dukungan atau ucapan terimakasih, meski ada juga kritik yang tajam..
Saya dulu pertama kali membuat aplikasi mobile ini, bisa dibilang saya setengah iseng. Namun, ternyata tanggapan sangat luar biasa. Sekitar seminggu setelah itu ternyata dimuat di Tabloid Pulsa dan Tabloid TrenDigital. Download rate di getjar.com tempat saya memasang aplikasi ternyata juga sangat tinggi.
Namun yang membesarkan hati sebenarnya justru komentar-komentar yang masuk. Meski hanya masukan sederhana, sekedar ucapan terima kasih ataupun dukungan betapapun kecilnya adalah spirit yang memacu untuk berbuat lebih baik lagi. Semoga…
Sudah beberapa hari ini saya jatuh ke kebiasaan lama, membaca buku (selain tetap browsing tentunya). Paling tidak ada 2 tema yang saat ini jadi perhatian saya, parenting dan Google. Untuk buku-buku dan bacaan tentang parenting saya dipinjemi sama temen (yang nampaknya sudah lumayan ahli hehehe..) sedang buku tentang Kisah Sukses Google baru saya beli tadi siang. Kapan kapan saya contekin dikit deh sebagian isi buku-buku tersebut. Sebenernya ada juga buku yang menarik perhatian saya dan pengin saya beli, yaitu tentang Long Tail. Tapi nanti-lah (boros bo..)





















Recent Comments