You are currently browsing the tag archive for the 'mobile learning' tag.


Ada beberapa media yang kadang mengulas aplikasi yang saya buat. Umumnya sih tabloid seputar Ponsel, semisal Tabloid Pulsa atau Newsponsel. Ternyata minggu ini Tabloid Newsponsel mengulas salah satu aplikasi yang pernah saya buat yaitu, Aplikasi Bahasa Isyarat di HP. Saya tahu setelah diberitahu oleh Mas Darmawan di thread plurk ini. Thanks, mas.

Berikut ini klipingnya

Dari talkshow saya kemarin di Pameran Pelangi Teknologi Pendidikan di UNY, tentang mobile learning khususnya untuk matematika, pagi ini dimuat di Kompas (regional Jogja). Berikut ini klipingnya.

mobile-learning-kompas

Menghapus Mitos sebagai Mata Pelajaran yang Sulit
Kamis, 18 Desember 2008

YOGYAKARTA, KOMPAS – Pusat Pengkajian dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika mengenalkan media belajar Matematika lewat telepon seluler. Media pembelajaran Matematika bernama mathematic mobile learning ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan umum matematika secara murah dan praktis. Pengembang mathematic mobile learning (MML) Muhammad Tamimuddin H mengatakan MML telah diluncurkan pada awal tahun 2008.

Masyarakat bisa mengunduhnya secara gratis melalui situs m.p4tkmatematika.com. Proses pengunduhan ini bisa langsung melalui telepon seluler atau komputer kemudian ditransfer ke telepon seluler, katanya dalam Pameran Pendidikan 2008 di Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (17/12). Tamimuddin menyebutkan, selain praktis, aplikasi ini juga murah.

Untuk proses pengunduhan lewat telepon seluler, misalnya, hanya diperlukan biaya pulsa sekitar Rp 100 per materi. Terdapat belasan materi dalam aplikasi ini. Satu materi rata-rata berukuran 100 kilobyte dan dapat diunduh secara terpisah. Menurut Tamimuddin, ide pembuatan aplikasi MML ini berawal dari semakin canggihnya teknologi komunikasi dan informatika.

Dengan menyediakan sarana belajar di dunia maya, diharapkan masyarakat yang saat ini banyak menggunakan internet pun tertarik untuk memperdalam ilmu. Setidaknya, media ini menjadi alternatif lain di dunia maya, kata staf Media Teknologi Informasi dan Komunikasi Pusat Pengkajian dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika tersebut.

Aplikasi ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan umum matematika kepada orang awam. Sejumlah materi yang tersedia itu, di antaranya adalah Teori Phytagoras, Fraktal, dan Trigonometri. Teks dan gambar Tamimuddin mengatakan tampilan dan feature yang terdapat dalam aplikasi ini sengaja dibuat dalam format yang sederhana, yaitu hanya berupa teks dan gambar tanpa animasi.

Tujuannya agar ukuran data kecil sehingga biaya pengunduhan bisa ditekan dan cakupan pengguna luas. Kalau dibuat dengan animasi dan aplikasi yang besar ukuran datanya, saya khawatir tidak semua telepon seluler bisa membukanya, tutur Tamimuddin. Ke depannya, tambah Tamimuddin, media belajar MML akan dikembangkan tidak hanya pengetahuan Matematika saja.

Namun, juga pada mata pelajaran lainnya. Programmer Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) Universitas Negeri Yogyakarta Aam Abraham Siang mengatakan, media baru tersebut bisa meningkatkan minat belajar masyarakat. Hal ini karena media belajar baru itu mampu menghapus mitos bahwa Matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.

Apalagi, kalau materi dibawakan secara menghibur, ucapnya. Selain itu, media belajar MML ini sangat potensial untuk memancing rasa ingin tahu dari masyarakat. Dari rasa ingin tahu tersebut, mereka akan berusaha untuk mempelajari lebih banyak lagi. Menurut Aam, sudah waktunya dunia pendidikan di Indonesia menggunakan teknologi informatika dan komunikasi. Hal ini untuk memenuhi zaman yang semakin menuntut manusia semakin cepat dan praktis. (IRE)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/18/10524849/belajar.matematika.lewat.ponsel

Update: Ternyata ada juga liputannya di Harian Kedaulatan Rakyat dan Harian Bernas

mobile-learning-bernas

Siang ini sekitar Pukul 14.00 saya insyaallah akan mengisi salah satu acara talkshow di Pameran Pendidikan di Auditorium UNY yang diselenggarakan oleh mahasiswa Tehnologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2005. Pameran ini sendiri tema Pelangi Tehnologi Pendidikan bertempat di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, akan berlangsung 16 – 18 Desember 2008.

Saya akan membawakan materi mobile learning, khususnya tentang pengembangan Mathematics Mobile Learning oleh PPPPTK Matematika.

Beberapa hari terakhir mengamati berita seputar IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) ternyata salah satu juaranya mengambil tema mobile learning (detik) yaitu Indra Purnama. Saya jadi ingat sekitar 2 tahun lalu bergulat (sampai berdarah-darah :-) ) dengan tugas akhir mengenai mobile learning ini. (Nampaknya mas Indra Purnama ini juga masih dari seputaran ITB)

Dulu sempat kepikiran juga ikutan kontes IWIC ini (dan beberapa kontes lain) juga mendalami lebih lanjut pengembangan mobile learning ini, tapi apa daya, kerjaan kantor nampaknya tak memungkinkan. Saya sendiri yakin mobile learning cukup prospek diterapkan di Indonesia. Saya lalu lebih fokus melanjutkan pengembangan mobile learning secara lebih simpel menyesuaikan kerjaan kantor. Beberapa aplikasi m-learning J2ME untuk pembelajaran yang sudah kami buat dapat di akses di website m.p4tkmatematika.com.

Dalam beberapa posting ke depan insyaallah akan saya ulas beberapa aplikasinya

Tulisan saya terkait mobile-learning:

Tulisan Saya tentang mobile learning di Majalah Mobile Guide

Mengenal Mobile Learning

Perancangan Mobile Learning (Proceeding Konferensi EII di ITB)

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang diklat dan inovasi pendidikan utamanya untuk guru/pendidik, lembaga tempat saya juga melakukan beberapa pengembangan khususnya di bidang pendidikan matematika. Beberapa produk pengembangan yang khusus di matematika misalnya pengembangan alat peraga. Sedangkan yang terkait dengan teknologi informasi misalnya pengembangan software pembelajaran. Dalam hal ini saya lebih banyak berkecimpung di pengembangan mobile learning.
Beberapa software aplikasi pembelajaran mobile learning dapat didownload di http://m.p4tkmatematika.com.
Website ini berisi aplikasi Java yang dapat diinstal dan dijalankan pada HP/ponsel yang telah mendukung teknologi Java khususnya MIDP 2.0.
Pengembangan mobile learning ini masih bersifat BETA sehingga banyak kekurangan di sana-sini yang harus diperbaiki. Masukan dan saran dari para pengguna sangat kami harapkan demi kesempurnaan program ini. Silahkan berkunjung ke website mobile learning kami.

Ini adalah artikel saya yang sempat dimuat di Majalah Mobile Guide (yang masih satu payung dengan Tabloid Pulsa). Saya pernah menuliskan berita singkatnya di sini. Berikut ini saya turunkan artikel lengkapnya. (Thks to Redaksi Mobile Guide, Tabloid Pulsa: Mas Donny dkk)

Pernah suatu kali ada sebuah iklan merek HP tertentu yang kurang lebih menceritakan seseorang yang pulang kemalaman dan ketinggalan bis. Tapi orang tersebut terlihat tidak terlalu risau dan sesaat kemudian mengeluarkan HP, memasang headset, memutar lagu dari HP tersebut dan pulang berjalan kaki sambil bersiul-siul dengan gembira. “I enjoy missing the last bus home…” dendangnya.. (terjemahannya: biarin aja ketinggalan bis, gue masih bisa jalan kaki sambil menikmati musik dari HP gue!).

Bayangkan jika situasinya agak lain. Seorang siswa yang biasanya rajin tiba-tiba, suatu hari, tidak dapat mengikuti sesi belajar karena sakit atau alasan penting lain. Namun, dia tidak terlalu risau. Siswa ini cukup mengambil HP, mengikuti pelajaran kelasnya melalui video streaming atau video-calling, mengunduh aplikasi pembelajaran yang telah disediakan dalam bentuk aplikasi Java, mengunduh rekaman sesi belajar dalam bentuk MP3 atau 3GP, mengikuti ulangan melalui WAP, dan aktifitas-aktifitas belajar lainnya. Mungkin terkesan futuristik, tapi hal ini sebenarnya telah dapat dilakukan karena teknologi yang ada sekarang ini sudah cukup memungkinkan. Saat ini perangkat HP telah banyak yang dilengkapi kemampuan untuk terkoneksi ke internet, kemampuan memainkan dan merekam audio dan vidio serta gambar/foto, dan kemampuan menjalankan software aplikasi seperti Java, Symbian, Flash dan lain-lain. Selain itu, berkembangnya teknologi 3G dan teknologi lanjutannya menjanjikan kemampuan transfer data yang lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik serta tarif yang semakin murah. Jadi, cerita di atas bukan sebuah angan-angan yang muluk-muluk.

Saat ini diperkirakan jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia telah mencapai lebih dari 50 juta orang. Sebagian dari jumlah pengguna ini adalah siswa, pendidik dan kalangan akademisi. Bahkan sebuah survei menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan telepon seluler di antara para siswa ternyata sangat tinggi. Telepon genggam yang dimiliki para siswa ini-pun konon rata-rata memiliki fitur-fitur yang sudah canggih. Dari kenyataan ini, timbul sebuah pertanyaan: Dapatkah kita mengembangkan model pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi seluler ini?

Ketika teknologi informasi, khususnya internet, berkembang dengan pesat, dunia pendidikan mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi informasi yang kemudian dikenal sebagai e-learning (electronic learning). E-learning sendiri menjadi model pembelajaran yang sangat menantang karena seorang siswa akan dapat memanfaatkan mesin pintar komputer yang mampu menjalankan animasi, komputasi dan pemodelan yang canggih, mengakses materi pembelajaran yang sangat besar di internet, berkolaborasi dan berdiskusi dengan banyak orang dari seluruh pelosok dunia, dan cara-cara lain dalam belajar yang belum pernah ada pada paradigma pembelajaran sebelumnya. Namun, bagi sebagian besar rakyat Indonesia, komputer dan koneksi internet masih menjadi barang mahal dan mewah sehingga e-learning di Indonesia masih terkesan lambat dan cukup sulit diadopsi. Kehadiran teknologi seluler menjanjikan adanya peluang yang cukup potensial bagi dikembangkannya model pembelajaran yang baru mengingat tingginya tingkat kepemilikan perangkat serta harga perangkat serta tarif yang semakin murah dan fitur yang semakin canggih. Namun, sejak booming pada dekade belakangan ini, pemanfaatan teknologi seluler masih sebatas berkomunikasi dan hiburan. Sampai saat ini masih sedikit adanya pengembangan dan penelitian yang difokuskan untuk memanfaatkan teknologi seluler ini sebagai sarana pendidikan.

Di beberapa negara, upaya pemanfaatan teknologi mobile dan seluler atau yang dikenal sebagai mobile learning (m-learning) telah mulai diteliti dan dilakukan. Meski upaya ini masih pada tahap awal yang belum cukup mapan (mature), m-learning menjanjikan beberapa harapan, meski dengan tanpa mengesampingkan aspek-aspek yang menjadi kekurangan dan keterbatasannya. Kelebihan utama dari m-learning adalah proses pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan biaya yang relatif murah. Namun, perangkat seluler memiliki keterbatasan yang dapat menjadi kendala dalam pengembangan model pembelajaran. Layar HP memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga kurang nyaman untuk digunakan dalam waktu yang relatif lama. Selain itu kemampuan prosesor yang masih jauh di bawah kemampuan prosesor komputer, keterbatasan kapasitas penyimpan, minimnya media input/output, dan catu daya yang terbatas menjadi kendala-kendala lain yang harus dipertimbangkan. Meski demikian, secara teknis, kendala-kendala di atas akan lambat laun teratasi dengan adanya penemuan-penemuan baru. Kendala keterbatasan layar misalnya, akan teratasi dengan adanya mini-projector atau kemampuan video-output ke TV atau perangkat lain, munculnya keyboard virtual, adanya baterei yang dapat diisi ulang dengan mudah (misalnya dengan baterai cair) dan banyak lagi inovasi-inovasi yang akan menjadi solusi dan jawaban dari kendala-kendala di atas.

Kendala pengembangan m-learning yang sesungguhnya terletak pada sisi pedagogis. Akan menjadi tantangan yang terbesar bagaimana mengembangkan sistem atau model pembelajaran mobile yang efektif serta memenuhi tujuan pembelajaran itu sendiri. Pengembangan ini harus mempertimbangkan lingkungan pembelajar mobile di mana mereka memiliki karakteristik tersendiri yang unik. Materi yang disuguhkan-pun tidak dengan serta merta memindahkan dari materi e-learning atau materi konvensional, tapi harus dirancang dan dibuat secara khusus. Selain itu salah satu hal yang mungkin akan menjadi perdebatan adalah apakah di lingkungan m-learning ini cukup layak untuk dilaksanakan ujian secara mobile.

Bagaimanapun, dengan kelebihan dan kekurangannya, pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat mobile ini pasti akan tidak terhindarkan. Sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sejak awal untuk mengantisipasi adanya gelombang baru ini sehingga nantinya kita tidak tergagap-gagap mengikuti perubahan yang semakin cepat. Para stakeholder pendidikan juga harus cepat tenggap dengan kecenderungan ini. Jangan sampai nantinya siswa-siswa dengan mudahnya mencontek melalui HP sementara gurunya bahkan tidak tahu jika semua materi pelajaran sudah dapat di akses melalui HP. Kabar baiknya, beberapa pihak  mulai aware dengan perkembangan ini dan mudah-mudahan akan dapat mulai mengambil langkah-langkah positif.

Barangkali, pada waktu yang tidak terlalu lama lagi, siswa-siswa kita akan dapat belajar apapun, kapanpun dan dimanapun dengan mudah dan murah memanfaatkan perangkat dan teknologi seluler. Jangan heran pula ketika nanti ada iklan yang menggambarkan seorang siswa yang ketinggalan mengikuti pelajaran sekolah dan kemudian mengejar ketertinggalan belajarnya itu dengan memanfaatkan HP-nya.
Sambil tersenyum, siswa itu bilang: “I enjoy missing my class session.”

*) Penulis adalah programmer aplikasi mobile, praktisi pendidikan, staff DEPDIKNAS.
Informasi tentang penulis dapat diakses di http://mtamim.wordpress.com


About Me
.



download tutorial blog wordpress

mtmamim on wordpress
mtmamim on blogger
mtmamim on plurk
mtmamim on facebook
mtmamim on twitter
mtmamim on multiply
Email: muh_tamim@yahoo.com
My other blog: mtamim.com

Twitter

 

Add to Google
Add to Technorati Favorites

YM!

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031