Hari-hari terakhir dalam target 30 ngeblog ini terasa mulai ada kesulitan, ide menulis seperti semakin sempit saja. Inspirasi seperti terkuras. Kadang bingung mau menulis apa.
Kegersangan ide merupakan musuh utama penulis. Di saat seperti ini penulis harus memiliki trik khusus bagaimana mendatangkan inspirasi.
Ada yang bilang untuk menyegarkan pikiran maka perlu jalan-jalan diluar menghirup udara segar, mencari suasana baru atau bertemu orang-orang yang belum dikenal sebelumnya.
Trik lain yang dapat dilakukan adalah cukup simpel, banyak membaca. Ada pepatah, kalau mau menulis maka banyaklah membaca. Bagi saya trik ini cukup efektif. Dari membaca seringkali ada saja hal yang memantik ide baru yang belum pernah terpikir.
Selain trik bagaimana mencari ide, yang tak kalah penting adalah bagaimana mendokumentasikan ide sebelum ide menguap dan dilupakan. Dalam buku Writer’s Notebook disarankan bahwa penulis harus selalu siap dengan catatan setiap saat dan menuliskan ide segera selagi ingat. Cak Nun di waktu masa mudanya dikenal suka membawa-bawa catatan kumal di sakunya kemanapun pergi. Tulisan-tulisan yang ditulis di catatan itu kadang nampak tak berarti tapi di suatu saat bisa jadi mutiara berharga untuk menggali ide.
Penulis yang baik adalah yang mampu melihat sesuatu yang nampak biasa bagi orang lain tapi dia dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda dari orang kebanyakan. Segala sesuatu, sesederhana apapun, dapat menjadi ide yang brilian.

















2 comments
Comments feed for this article
June 29, 2010 at 3:17 pm
yustha tt
Gud. Sy sering nulis gk penting. Tak apa. Tulis apa sj, asal tak sara.
December 19, 2010 at 7:44 pm
Tanagekeo
Saya baca begitu banyak rujukan tentang bagaimana menulis dan mencari ide unuk menulis. Yang saya kagumi adalah bagaimana seorang begitu enak menulisnya, bahasanya segar dan menarik untuk dibaca. Membaca tulisan orang lain terasa seperti melihat rumput taman sebelah rumah yang kelihatannya selalu lebih hijau. Salam kenal