You are currently browsing the monthly archive for December 2007.

Di penghujung 2007. Sepertinya tidak terasa, terkadang terasa cepat, kadang sebaliknya. 2007 merupakan tahun yang banyak memberi hikmah bagi saya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama tahun ini, pengalaman manis, pahit sampai yang asem dan asin (hehehe).

Yang paling terasa tentu saja adalah akhirnya saya bisa menyelesaikan studi, setelah ‘terlunta-lunta di negri orang’ selama beberapa waktu lamanya. Dulu, ketika mengerjakan tugas akhir, bisa dikatakan menjadi masa-masa yang sangat sulit. Ketika teman-teman lain sudah menyelesaikan studi dengan cepat dan relatif mudah, saya (dan beberapa teman) sempat sedikit terganjal entah karena tema yang berat atau kendala lain. Yang semakin menambah stress, waktu itu ada isu bahwa yang tidak segera menyelesaikan studi akan dikenai biaya SPP yang kabarnya sampai 4-5 juta (arrghhh). Saya hanya mikirin, barang apa yang bisa dijual? Motor? Komputer? Saya sempat pulang kampung karena terlalu pusing. Ternyata di kampung malah ada gempa. Saya semakin lama di rumah, sampai akhirnya di-SMS temen karena dicari dosen pembimbing (biasanya dosen saya ini paling sulit untuk ditemui).

Setelah beberapa saat, akhirnya jalan itu mulai terbuka. Saya pindah kos, berganti lingkungan dan suasana, bergaul dengan teman baru. Dosen saya juga mulai mudah dan terbuka untuk komunikasi. Alhamdulillah akhirnya saya selesai juga. Meski demikian, selama di Bandung, banyak sekali saya terbuka wawasan. Saya sangat beruntung bertemu guru-guru yang luar biasa. Tidak saja mereka ini sekedar mentransfer ilmu, tapi lebih dari itu mereka mampu menjadi pembentuk karakter. Saya juga beruntung memiliki banyak teman yang banyak menjadi sandaran ketika gundah, atau sekedar pendengar yang baik dengan celotehan saya yang tak karuan :-D
After all, Bandung telah menjadi salah satu bagian dari saya..

Tahun 2007 juga menjadi hujan publikasi yang cukup bertubi-tubi. Beberapa liputan di media cetak banyak yang mengulas karya-karya saya yang mulanya saya buat dengan setengah iseng saja. Paling tidak ada 3-4 tabloid dan 1 majalah yang sempat terdeteksi mengulas beberapa karya saya. Yang cukup mengejutkan, Metro TV-pun mengundang saya untuk menjadi nara sumber di salah satu programnya, e-Lifestyle. Sebelumnya saya sebenarnya pernah berkelakar kalau suatu saat akan diwawancara di e-Lifestyle, ternyata terwujud. ;-)

Yang paling asyik selama tahun ini adalah saya mulai aktif nulis di blog setelah kuliah selesai. Aktifitas ini ternyata membikin kecanduan. Saya sempat membuat beberapa blog, meski blog utama saya tetap di WP ini. Tulisan-tulisan saya, mulai dari yang agak serius sampai asal-asalan, dari masalah IT sampai keislaman, satu persatu muncul. Blog yang dulu pernah agak saya underestimate, ternyata adalah kekuatan luar biasa. Banyak pengalaman dan kenalan baru yang saya dapatkan.
Sampai saat posting ini dibuat, statistik blog saya ini adalah sbb:

Jumlah dikunjungi: 60,064
Best Day Ever: 901
Tulisan: 149
Komentar: 345
Kategori: 10

Meski belum apa-apa dibanding blogger lain, bagi blogger pemula, ini adalah statistik yang cukup membuat saya senang. Nampaknya aktifitas satu ini akan saya giatkan lagi tahun depan ;-) Apalagi saya mulai tergoda lagi dengan cita-cita masa kecil saya untuk menjadi penulis besar. hehehe..

Tahun ini saya juga banyak menjejakkan kaki di beberapa tempat yang lumayan jauh. Yang paling jauh tentu saja di Hanoi. Saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Tapi perjalanan-perjalanan ini banyak membuka horizon berfikir saya. Ada banyak hikmah yang tersembunyi di mana-mana, tinggal kita pintar-pintar dalam mencari…

Sebenarnya banyak refleksi 2007 ini yang belum semua dapat ditulis. Bingung mau nulis apa :-D. Banyak pencapaian atau cita-cita yang sudah terpenuhi, beberapa bahkan melampaui harapan(meski bg anda mungkin hal biasa saja :-D ). Ada pula cita-cita dan impian besar yang belum terpenuhi tahun ini.

Namun, dari semua itu, saya setiap saat seperti selalu saja tersentak dan tersadarkan, bahwa saya ini hanya manusia bodoh. Saya mengira saya ini sudah ‘tahu’ sesuatu hal,ketika tertampar tersadarkan, saya baru tahu kalau saya ini sebenarnya ‘tidak tahu apa-apa’. Itu selalu terjadi, lagi dan lagi..
Oleh karenanya saya wajib berterimakasih dan bertakzim pada para guru yang dengan sadar atau tidak sadar telah menjadi pencerah bagi saya. Guru yang pernah saya kenal dari alam nyata maupun dari dunia maya, guru yang orang terkenal sampai orang biasa. Guru yang tahu bahwa dia adalah guru, ataupun guru yang tidak sadar bahwa dia adalah guru saya.

Saya berterimakasih juga dengan kebersamaan dan persaudaraan dari kawan-kawan. Yang pernah saya bertatap wajahnya maupun yang hanya pernah bertemu secara online. Kawan-kawan yang setia bersama dalam suka dan duka, yang menjewer ketika saya khilaf, yang menghibur di kala duka, yang menyokong di kala saya terlunta, yang ikut tertawa di kala bahagia.

Tidak ada yang mampu membalas itu semua kecuali Tuhan. Saya tidak punya apa-apa..

Kita tatap 2008 dengan optimis, langkah yang pasti dan penuh cinta…

Selamat Hari Ibu. 22 desember kita peringati sebagai Hari Ibu. Peringatan yang mungkin sudah banyak yang dilupakan sebagian besar dari kita. Dan karena tidak ada Hari Istri maka kesempatan ini sekalian aja digabung untuk memperingati Hari Istri. Selamat Hari Istri.

Ketika Rasulullah ditanya tentang siapa orang yang paling berhak dilayani sebaik-baiknya. Dijawab oleh Rasul: “Ibumu,ibumu, ibumu, bapakmu.”
Suatu ketika ada seseorang yang meminta ijin kepada Rasulullah untuk ikut berjihad mencari ridha Allah. Nabi bertanya: “Apakah orang tuamu masih hidup?”. Dia menjawab “Ya”.
Nabi bersabda: “Maukah engkau mencari ridha Allah? Pulanglah. Berbaktilah kepada orang tuamu.”

Sayang banyak generasi sekarang ini yang mulai berani membantah orang tua. dan semakin banyaknya kenakalan remaja yang merebak. Dan ini nampaknya telah menjadi kecenderungan di mana-mana.

Peran ibu, sekalipun hanya sebagai ibu rumah tangga, tidak dapat dianggap sepele. Ibu-lah biasanya yang membentuk karakter seorang anak. Saya menghargai peran ibu rumah tangga sama besarnya dengan ibu yang memiliki karir atau banyak aktifitas.

Peran istri-pun demikian. Banyak suami yang mengecilkan peran istri dan menganggap (dan membesar-besarkan) tugas utama istri: hanya pada tugas melayani suami [Baca Budi rahardjo: Hari Istri]. Bahkan dalam urusan yang penting seperti poligami misalnya, istri kadang cenderung dianggap negatif jika misalnya menolak dipoligami, dengan justifikasi yang dicari-cari. [Baca tulisan Helvy tentang poligami ini dari sudut pandang seorang istri].

Meski demikian, saya punya banyak juga temen-temen yang tidak pernah henti memuji istrinya meski istrinya hanya Ibu rumah tangga biasa.
Alangkah indahnya ya jika dalam keluarga suami-istri saling mendukung, saling mengerti, tahu kapan mengalah dan kapan untuk bersikeras. Indahnya jika setiap hari bisa selalu bercanda… ;-)

Sehingga ketika di syurga sekalipun, ketika suami disediakan 40 bidadari, dengan halus dia menolak, dia hanya ingin bersama istrinya.[Baca Menolak Bidadari]

Selamat hari Ibu dan Istri… :-D

Niatnya tadi mau ke toko buku trus mau sowan ke salah seorang guru (waktu sekolah) saya (lama sekali gak ke sana). Baru keluar ke jalan ternyata gerimis turun,jadi mampir dulu makan. Kalau gak reda ya pulang lagi,pikir saya. Wah ternyata hujan nya malah lebat sekali,lama.. Bahkan sampai banjir! Waduh,nyesel juga knp tadi buru buru keluar.Jadinya malah terjebak di warung Gini. Untung masih bisa sambil browsing dan ngeblog..

2 hari lalu,di rumah,hujan juga deras dan gak reda reda sampai semalaman,bahkan sampai jam 9an pagi.Saya tahu gak reda2 karena hampir semalaman saya terjaga(browsing sampe larut malam sampai gk bs tidur lg).Esoknya saya liat berita kalo banjir melanda banyak tempat di jawa,termasuk daerah dekat saya.Bahkan di tawangmangu sampai ada longsor yang menelan banyak korban.

Alam ini kenapa ya akhir akhir ini kayak gini? Apa ini efek dari yang sering disebut orang2 pintar sebagai global warming itu?Atau yg Empunya alam baru “marah” kepada kita ya?(melaporkan langsung dari tempat kejadian)

update:setelah mungkin sejam menunggu,dan hujan gak reda juga, saya akhirnya pulang lagi dengan tangan hampa, tapi dg perut isi :-D

Kemarin dititipin temen-temen di kampung untuk membelikan kamera digital yang rencananya akan dipakai untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan di kampung (rencananya mau buat web atau blog). Untungnya kemaren juga baru mengambil honor ngajar kuliah di UPN, jadi sekalian aja buat nombokin beli kameranya :-D. Saya cari di Alnect Janti karena di sana kayaknya banyak pilihan. Saya belikan kamera yang murah meriah Spectra Vertex 507, sudah 5MP internal memory 16MB, harganya 695 ribu. Saya lihat hasilnya juga tidak mengecewakan.
(Foto di bawah saya ambil dengan kamera ini).

pict0004_resize.jpg

Download it from nokiaskins.blogspot.com

(Themes Naruto Sony Ericcson download di free-se-themes.blogspot.com)

Membuat themes di HP ternyata asyik juga. Saya kali ini membuat beberapa themes tentang Naruto. Naruto sendiri konon cukup banyak disukai anak-anak muda (dan tua?). Katanya sih. Saya sendiri jarang nonton Naruto ini. Tidak sempat euy. Tapi saya buatkan juga Themes Nokia Naruto ini untuk temen-temen yang ngefans dengan kartun satu ini. Themes Naruto ini (dan mungkin nanti themes yang lain juga) saya kumpulkan di blog tersendiri dan dapat didownload di nokiaskins.blogspot.com

Themes ini dapat didownload ke PC lalu ditransfer ke HP, atau langsung diinstal ke HP melalui OTA atau WAP.

naruto1gif.png naruto2gif.png

naruto3gif.png naruto4gif.png

Related Post:

Nokia Theme Winnie The Pooh

Nokia Theme : The Simpsons

Nokia Theme : Avatar Aang

Hari ini 9 Zulhijjah, jutaan manusia berkumpul di Arafah dalam rangkaian inti Ibadah Haji. Jutaan manusia ini adalah individu-individu yang unik yang dipanggil secara personal oleh Allah (QS 2:196), dan setiap individu ini menjawab secara personal pula dengan mengagungkan Asma-Nya:

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika lasyarikalaka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmuka. Lasyarikalak.”
- Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan kebesaran adalah untuk-Mu semata-mata. Segenap kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.

Haji adalah sebuah ibadah memenuhi panggilan suci. Haji adalah ibadah yang sangat berat. Selain niat dan keikhlasan, haji membutuhkan harta yang tidak sedikit, tenaga fisik yang kuat serta harus meninggalkan keluarga dan harta-benda serta kesiapan mental-spiritual. Haji adalah perjalanan memenuhi panggilan suci, bukan perjalanan wisata untuk melihat bangunan masjid Haram yang megah, penuh lampu warna-warni, berlantai marmer licin. Yang kita kunjungi sesungguhnya adalah bukan rumah-nya tapi si-Empunya rumah. Bukan bertujuan mencium “batu-hitam”, namun mendekati si-Empunya semesta. Ibadah haji adalah kebersamaan dan kedekatan dengan Tuhan.

Haji bukan hanya ritual fisik, wuquf, mabit, thawaf, sai, jumrah. Ritual haji melambangkan banyak simbol dan penuh substansi dan makna.
Wuquf di Arafah yang menjadi inti haji (al-hajju ‘arafah), yang menjadi lambang kebersamaan, miniatur sejati hakikat perjalanan umat manusia. Dengan pakaian sederhana, putih tak berjahit, seluruh jamaah, tidak peduli ras, negara, pangkat, atau apapun kotak-kotak yang diciptakan manusia, di Arafah semua berkumpul mengagungkan Asma Allah.
Melontar tiga jumrah (berhala) yakni ula, wustha, dan uqba, yang menjadi isyarat-menurut istilah Shariati, “trinitas”. Dalam tataran teologis “trinitas” berarti keyakinan dan penghambaan manusia terhadap tiga eksistensi Tuhan (musyrik, politeisme), dan dalam tataran sosiologis berarti penghambaan manusia pada tiga nafsu yang dimiliki: totalisme dalam kekuasaan, kapitalisme dalam kepemilikan dan hedonisme. Trinitas ini harus dilempari, harus dilawan.

Tawaf adalah gerakan yang menunjukkan kepemilikan diri kita kepada pusat perputarannya. Seorang peziarah yang meluruskan niatnya kepada Allah dengan cara memisahkan dirinya dari persoalan arah, Tuhan akan mejadi titik arah bagi dirinya dan ia menjadi titik arah bagi dirinya dan orang lain, seperti Nabi Adam menjadi titik arah bagi semua malaikat. Menurut al-Qushairi, makna Tawaf hanya dapat diraih oleh orang-orang yang mengetahui kebenaran sejati, yakni para ‘arifin (mereka yang mengenal Tuhan) dan muwahhid (orang yang mengesakan Tuhan dengan benar).
Al-Qushairi menegaskan ”Janganlah menempatkan Ka`bah dalam hatimu, tetapi kosongkanlah hatimu yang paling dalam (sirr) untuk menerima Teman (pemilik Ka’bah) yang telah memilihmu lebih dahulu”.
Dan hakikatnya seluruh semesta ini selalu berthawaf, dari skala mikro-atom sampai dengan kosmos-galaksi di semesta, sampai dengan malaikat yang juga berthawaf di bawah Arasy, semua mengagungkan Allah.

Tentang sa’i antara Safa dan Marwah, Baqli Shirazi memandang bahwa berlari kecil dari bukit Safa bermakna bahwa seorang peziarah haji mendaki untuk meraih kesucian batin dan pertemuan dengan Tuhan melalui cahaya ilmu pengetahuan. Sementara, bukit Marwah merupakan pendakian menuju pensucian ruh melalui jalan pertobatan. Mereka yang berlari mendaki Safa tetapi tidak membersihkan hati dan jiwa mereka tidak memperoleh apa-apa dari ritual haji. Demikian juga, mereka yang mendaki bukit Marwah tanpa dapat melihat kebenaran yang tersembunyi tidak mendapat apa-apa dari ibadah ini. Sa’i, yang secara formal berarti berlari antara bukit Safa dan Marwah, secara alegoris merupakan upaya meraih kesucian (safa) dan pemeliharaan diri (muru’ah).
Dalam sebuah diskusi dengan kawan mengenai hal ini, sa’i ini ibarat berayun di dua bandul, satu sisi adalah rasionalitas, di sisi lain adalah kepasrahan total(dalam hidup, kita selalu berayun di antara 2 titik ini, kadangkala kita harus rasional, kadangkala harus pasrah secara total).
Aktualisasi dari haji, setelah jamaah pulang ke kampung halaman masing-masing, adalah wujud sikap dan tingkah laku sehari-hari merupakan isyarat dari kemabruran haji seseorang (Shihab,1992:215). Jadi kebenaran (mabrur) yang substansial dari ibadah haji adalah ketika yang bersangkutan mampu meningkatkan kualitas amal saleh seperti kedermawanan, kerendah-hatian, keadilan, dan sifat-sifat kemanusiaannya setelah kembali dari menunaikan ibadah haji. (Dihimpun dari berbagai sumber)

Panggilan Haji ini konon seringkali tidak disangka-sangka. Paman dan bibi saya, tahun ini berada di tengah jutaan jamaah itu. Beberapa waktu sebelumnya paman saya ini tidak mengira akan secepat ini berangkat haji, tiba-tiba saja mendapat arisan, itupun karena yang harusnya mendapat arisan berhalangan dan tidak dapat menjalankan haji tahun ini, dan untuk mencukupi biaya untuk bibi, beliau kalo tidak salah sempat menjual sebagian sawah. Dan yang bahagia mungkin adalah nenek saya. Paman saya ini anak terakhir dari nenek saya, seorang janda yang sederhana dengan kehidupan yang sulit namun akhirnya seluruh anak-anaknya, yang juga bukan termasuk orang-orang berada, seluruhnya telah menunaikan ibadah haji, meski dengan berbagai upaya; menabung, menjual ini-itu, atau ikut arisan haji dll.
Saya juga membaca berita, tahun ini pula ada seorang pegawai rendahan yang dapat menunaikan haji dari uang jerih payah membersihkan jamban.. Allahu Akbar..
Kemarin, di sela-sela pengajian melepas keberangkatan haji, seorang teman setengah berkelakar-setengah serius berkata kepada saya: “Kapan yuk kita jadwalkan menunaikan haji bareng-bareng…”
Dalam hati saya mengamini ajakan temen saya ini: “Aku akan memenuhi panggilan suci-Mu Ya Allah”.

Ikut-ikutan pak Budi yang menunggu(dan telah melampaui) hits di blognya yang mencapai 555.555 kunjungan, saya juga menunggu hits blog ini yang menuju angka 55.555 (beda 1 digit :-) ). Kita tunggu saja jam berapa hit ini akan tercapai. Saat ini hits nya sudah 55.514.

Update:
hits.jpg
Jam 16.15 hits blog ini sudah  55.553, jadi saya refresh lagi (sesering mungkin) untuk mendapati hits 55.555. Ternyata, baru saya refresh sekali hits nya sudah 55.559… ups

perujuk.jpg
Ada yang agak aneh beberapa hari belakangan ini. Di menu Statistik-Perujuk terlihat bahwa link yang menjadi perujuk ke blog ini didominasi oleh link dari images.google.com. Ini telah berlangsung selama beberapa hari belakangan. Saya tidak mengetahui dengan pasti apa yang menjadi penyebabnya. Biasanya jarang sekali ada link perujuk dari Google Images ini.

Ketika baru blogwalking dan browsing, tanpa sengaja saya menemukan sebuah blog film kartun animasi anak negeri. Uniknya kartun di blog ini menggunakan bahasa Jawa. Salah satu kartunnya dapat dilihat disini.

kampret.jpg

Ketika saya cari di youtube ternyata ada juga beberapa film animasi/kartun pendek Indonesia disini.

Salah satunya berjudul Grammar.. (masih berbahasa Jawa)

Yang paham bahasa Jawa, akan segera kenal dengan umpatan suroboyoan yang agak keras di sana-sini. Perhatikan pula detil-detil yang juga lucu, misalnya tombol telepon-nya Boyo yang ada 16 buah (hehehe) atau PDA-nya yang bermerk PiDiAi

Di akhir, disebutkan:

Meskipun “grammar” dan nada bicaranya agak keras, tapi survey membuktikan sembilan dari sepuluh orang Surabaya berhati mulia. Insya Allah…
Sumber: Harian Kempas
(Dont Look Surabaya just from the grammar…)

Anak-anak Indonesia memang kreatif… ;-)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 268 other followers