Agak kaget saya ketika mendengar pengakuan SBY dalam doa bersama di majlis zikir-nya beberapa waktu lalu yang disiarkan di TV. Saya setengah tak percaya pernyataan itu dikeluarkan orang nomor satu negri ini yang konon bergelar doktor itu. Di jaman internet ini sangat menggelikan (bahkan menurut saya sangat memalukan) presiden negri ini masih membawa-bawa klenik ke pentas politik nasional. Bahkan secara tak langsung SBY menuduh lawan-lawan politiknya
Saya teringat beberapa tahun lalu banyak kejadian, terutama di Jawa Timur, dimana banyak orang dibantai karena dituduh tukang santet. Sihir atau santet tak pernah dapat dibuktikan di pengadilan karena memang itu barang gaib. Kita tentu sangat prihatin ketika hal-hal ini malah diangkat lagi, bahkan tak tanggung-tanggung oleh pemimpin negri ini. Sama dengan kasus pembantaian dukun santet itu, saya kira sangat musykil SBY dapat membuktikan kalau lawan politiknya telah menyantetnya. Dalam sejarah negri ini, seingat saya tak seorang presiden-pun yang mengangkat klenik secara terang-terangan, bahkan Pak Harto atau Gus Dur yang konon dekat dengan hal begituan seingat saya tak pernah bilang kalau pernah disantet.
Soal klenik ini bahkan disinggung Ali Mochtar Ngabalin kalau SBY memang masih percaya jimat dan sebangsanya (Sumber Kompas, Detik
Yang lebih menggelikan lagi, pernyataan SBY juga dibela (seperti biasa, mati-matian) rekan koalisinya salah satunya adalah tokoh yang notabene dari partai Islam, Tifatul Sembiring sumber
Sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa kekuatan gaib (baik atau jahat) itu memang ada. Sihir pun ada disinggung dalam ayat Al-Quran. Namun, bukan itu permasalahannya. Bukan pula seperti dikatakan Tifatul soal pernyataan SBY yang dikatakan hanya pernyataan deskriptif dan disalahtafsirkan. Masalahnya adalah ketika kita hendak melangkah di era politik dan berbangsa yang lebih baik dan lebih moderen, hal-hal klenik seperti ini sudah seharusnya dibuang jauh-jauh dari wacana publik. Tak pantas seorang pemimpin mengungkit-ungkit hal-hal tak mendidik seperti itu. Apalagi kalau tujuannya hanya mencari simpati untuk “dikasihani” atau menciptakan kesan dizalimi.
Wallahu a’lam
Bagi para blogger, backlink ibarat energi yang menjadi suppor bagi keberadaan website atau blognya. Tak jarang si blogger beredar dimana mana, komentar dib log lain atau sibuk tukar link kesana kemari dengan tujuan mencari backlink. Menurut kawan saya yang faham SEO, cara-cara ini sebenarnya kurang efektif. Justru lebih efektif dengan membuat blog dummy sebanyak-banyaknya dan kita buat link dari blog tersebut.
Setelah saya cari-cari referensi lain, salah satu cara mencari backlink adalah submit posting kita di social bookmark.
Saat ini banyak sekali situs social bookmark yang ada di internet dan Pagerank nya lumayan tinggi. Namun perlu diketahui, tidak semua situs bookmark mensetting URL dengan attribute DO FOLLOW. Artinya, link ke blog kita di situs tersebut tidak akan diindex oleh Google. Jadi, sebaiknya untuk submit ke Social Network, pilih layanan yang beratribut DOFOLLOW.
Berikut beberapa layanan Social Bookmark DOFOLLOW beserta Page Rank-nya
Untuk submit secara mudah ke banyak Social Network, kita juga dapat memanfaaatkan submitter seperti socialmarker.com. Kita juga dapat memanfaatkan tools seperti MemoKeys untuk memudahkan copy-paste sehingga kita tak perlu banyak menulis ulang.
Beberapa waktu terakhir ini koneksi internet IM3 suka ngadat. Kini mulai melirik paket dari operator lain. Padahal sudah lama saya menjadi pelanggan setia. Pilihan saya akhirnya jatuh ke SIMPATI. Tarif reguler SIMPATI memang masih mahal, Rp 5/KB (5 kali lipat tarif IM3). Namun saya tertarik dengan paket FLASH yang ditawarkan. Dengan mendaftar paket ini tarif internet menjadi sama bahkan lebih murah dari IM3.
Berikut ini daftar paket dan cara aktifasi (via SMS dengan nomor tujuan 3636)
Harga(Rp) Aktivasi& Masa Aktif
5.000 (5MB) FLASH ON 5K (7 hari)
20.000 (30MB) FLASH ON 20K (30 hari)
50.000 (100MB) FLASH ON 50K (30 hari)
100.000 (300MB) FLASH ON 100K (30 hari)
Koneksi SIMPATI FLASH ini terbukti lebih stabil dan lancar. Kualitasnya jauh lebih baik dibanding IM3. Problem barunya adalah saya harus sering-sering bongkar pasang SIM card.
Menjelang pilpres Juli ini, kita tiap hari disuguhi iklan politik yang bertebaran di televisi. Meski jarang nonton TV, ada beberapa hal yang sempat saya catat dari iklan-iklan ini.
Pertama, iklan SBY yang cenderung menonjolkan ketokohan semata. Benar-benar iklan pilpres ini hanya ‘menjual’ sosok. Bahkan sosok cawapresnya sendiripun nyaris hilang. Yang lebih norak lagi adalah iklan presiden indomie yang sangat tidak kreatif bahkan cenderung menjiplak. Semakin melihat iklan SBY semakin eneg saja. Iklan-iklannya nyaris kosong dari pendidikan politik. Bahkan beberapa iklan ‘plat merah’ berbiaya negara, secara terselubung seperti dimanfaatkan untuk mendukung SBY (iklan koperasi, sekolah gratis, dll)
Iklan JK-WIN dan Mega-Pro menurut saya relatif lebih baik. Iklan JK yang mempopulerkan produk dalam negri semisal sepatu cibaduyut patut mendapat respek. Apalagi anjuran ini tak cuma isapan jempol. JK konon suka menginspeksi sepatu para tamu yang berkunjung ke kantornya, apakah sepatunya buatan dalam negri atau impor. (jusufkalla.kompasiana.com). Lihat juga tentang iklan yang berbicara harga diri bangsa. Iklan Mega-Pro lebih banyak mengungkap data terutama tentang rakyat masih sengsara, serta kegagalan pemerintah sekarang. Meski beberapa terkesan didramatisir, fakta dan data yang diangkat nampaknya cukup relevan dan cukup valid. Iklan yang sudah sejak lama didengungkan Prabowo, semisal anjuran membeli produk petani dan nelayan, serta belanja di pasar tradisonal menurut saya juga salah satu yang patus diapresiasi.
Iklan capres, sedikit banyak tentu mencerminkan capres yang diusung. Namun seberapa efektif iklan dan pengaruhnya kepada pilihan Anda itu sangat bergantung kepada Anda sendiri
Demam Facebook yang melanda pengguna internet dimana-mana ternyata tak hanya berdampak positif dan bermanfaat, tapi juga bisa menjadi negatif dan merugikan. Facebook telah menjadi salah satu “musuh”, utamanya bagi kantor-kantor yang banyak pegawainya sudah kecanduan dan lebih banyak menghabiskan waktu bersosialisasi di Facebook daripada bekerja. Selain itu, konsumsi bandwith Facebook yang cukup memakan resource bandwith juga menjadi masalah tersendiri sehingga dapat menimbulkan dampak berupa akses internet kantor yang melambat.
Banyak kantor yang akhirnya mengambil kebijakan memblokir Facebook demi keberlangsungan dan kelancaran bekerja. Ini tentu saja menimbulkan kekecewaan bagi Facebooker sejati yang harus setiap saat terkoneksi. Saya pribadi meskipun sudah sejak lama memiliki akun FB (mungkin sejak 2007an) saya sendiri tak terlalu berminat ber-FB ria, sampai sekarang
Namun bagi pengguna yang terlanjur addicted dan merasa kecewa dengan diblokirnya FB, ada sedikit trik bagaimana mengakali Facebook yang diblokir ini.
Kita dapat mengakses FB dari situs transcoder yang biasanya dibuat untuk perangkat mobile. Meski tak sepenuhnya mirip seperti mengakses situs aslinya paling tidak masih membantu untuk selalu connected.
Salah satu transcoder yang sudah saya coba adalah skweezer. Caranya, buka situs skweezer.com. Masukkan alamat FB (atau situs lain yang diblokir). Karena transcoder ini didesain untuk perangkat mobile sebaiknya gunakan FB versi mobile (m.facebook.com). Masukkan username dan password seperti biasa. Dan FB pun dapat diupdate dan diakses, meski dengan keterbatasan.
Cara ini juga membutuhkan bandwith yang tak besar sehingga tidak mengganggu akses internet secara umum. Cara ini tentu tak akan berhasil lagi jika skweezer juga ikut diblokir.
Selamat datang, Nak!
Menangislah, menangislah keras-keras, karena pecah tangismu pagi ini juga membuncahkan kebahagiaan kami, kedua orang tuamu. Tangismu menghantar sujud syukur tak terperi.
Selamat datang di dunia yang penuh warna. Dunia yang penuh mimpi dan harapan, ujian dan cobaan. Hiruplah dalam-dalam nafas pertamamu dalam kasih-Nya. Bukalah mata kecilmu dan lihatlah pendar cahaya-Nya. Menangislah keras-keras sebagai bentuk syukur atas anugerah-Nya.
Selamat datang, Nak!
Dunia mungkin tak senyaman dan sehangat tidurmu sembilan bulan. Tak setenang seperti dalam rahim ibumu. Namun, yakinlah, semua keindahan-Nya akan selalu terpancar di setiap hari dalam hidupmu, tinggal bagaimana kita memandang kehidupan itu.
Kami menyambutmu dengan segala sukacita. Membisikkan suara pertama di telingamu dengan Asma-Nya. Melumurimu dengan doa-doa. Memelukmu dengan penuh cinta.
Kami hanya orangtua biasa, yang dipilih oleh-Nya untuk menjadi jalan bagi hadirmu disini. Kami hanya orang tua biasa, tak punya gelimang harta. Tak mampu kami memberimu materi berlebih. Jadi, hiduplah sederhana saja, seperti juga kakek moyangmu. Bukankah mereka juga penuh bahagia meski tak punya kekayaan. Bukankah mereka penuh bahagia dengan gelimang cinta dan doa.
Semoga setiap kebaikan kami, engkaupun dapat merasakannya. Dan semoga setiap kesalahan dan kehilafan kami, cukuplah itu bagi kami dan engkau tak mendapat beban dan tanggungannya. Kami mungkin tak akan setiap saat menjadi yang engkau inginkan, tapi kami akan berusaha sekuatnya untuk selalu disana, di setiap kali engkau butuhkan.
Ingatlah Tuhan di setiap langkahmu, Nak! Jadikan zikir di setiap tarikan nafasmu. Hadapi hidup dengan senyuman, meski setiap saat kebahagian dan nestapa menghampirimu, silih berganti. Yakinlah bahwa semua adalah skenario-Nya untuk menempamu menjalani hidup, untuk lebih mendekat kepada-Nya. Sambutlah semua itu dengan penuh syukur.
Banyak-banyak lah membaca shalawat kepada junjungan kita, asahlah kecintaanmu kepadanya supaya kitapun dapat menjalani hidup dengan mengikuti ajarannya, meneladani akhlaknya, supaya engkaupun menjadi orang terpuji sepertinya.
Asahlah hatimu untuk dapat selalu dipenuhi kelembutan cinta dan kebaikan. Jadilah orang yang senantiasa berguna bagi dunia. Bacalah kehidupan dengan arif agar engkau mengerti bahwa semua ini tak lain hanya jalan untuk mengabdi kepada-Nya.
Beberapa waktu terakhir ada yang agak aneh dengan akun Yahoo saya. Pertama, YM yang mem-Buzz semua kontak tanpa saya ketahui. Kemungkinan besar karena virus. Saya dapat info untuk menghilangkan virus YM ini harus diremove software YM nya serta mengganti password. Kedua, keanehan lainnya adalah profile Yahoo saya tiba-tiba berubah. Nama dan foto, yang muncul sesaat setelah login ke Yahoo Mail, berubah sendiri. Nama saya menjadi Savannah alamatnya menjadi Hawaii, fotonya menjadi foto cewek. Doh.. Jangan-jangan akun saya dihack orang, jadi cepet-cepet password saya ganti. Sekarang, profile sudah saya ganti lagi.
Saya mencermati kasus pemenjaraan Prita Mulyasari baik pemberitaan, opini maupun dialog seputar isu ini. Saya hanya akan sedikit memberi catatan tentang kasus ini sebagai pengguna dan warga IT, sebagai warga negara serta sudut pandang kemanusiaan.
Kasus Prita merupakan salah satu kasus pertama dari UU ITE. Sebagai pengguna IT sejujurnya saya agak risau ketika UU ITE ini diundangkan. Banyak sekali suara-suara yang bernada kekhawatiran atas diundangkannya UU ini yang kurang tidak diakomodasi. DPR berkilah telah berkonsultasi dengan banyak pihak, termasuk pakar IT (DPR menyebut telah mengundang ”pakar” IT yaitu Roy Suryo). Beberapa pasal terutama terkait ”pencemaran nama baik” adalah pasal karet yang sangat riskan disalahtafsirkan dan digunakan secara tidak tepat sehingga dapat mengusik rasa keadilan. Tengok saja Prita, seorang ibu yang masih menyusui harus ditahan, sementara jaksa narkoba atau koruptor dan banyak yang lain bebas berkeliaran. Jadi melihat pasal ini menurut saya harus direvisi lagi supaya tidak berpotensi menjadi ”alat” bagi pihak tertentu untuk mengintimidasi/menakut-nakuti orang lain. Termasuk dalam hal ini adalah upaya censorship dan pemblokiran oleh negara.
Hikmah lain kasus ini adalah pihak yang merasa kuat dan berkuasa musti mulai berfikir ulang untuk mulai mengurangi arogansi dan menghormati “orang kecil”. Lihat saja pihak OMNI yang begitu arogannya memperkarakan kasus ini dan statemen di media yang justru menjadi bumerang. Bahkan kalau tidak salahSimak saja bagaimana kasus ini diperkarakan supaya memberi pelajaran bagi pasien lain! OMNI menjadi bulan-bulanan publik bahkan dinilai melanggar HAM oleh Komnas HAM dan direkomendasi DPR agar ijinnya dicabut. Terungkap juga kalau nama International yang disandang OMNI ternyata tak berarti apa-apa. Bahkan sempat ada guyonan di media bahwa seharusnya RS ini diganti saja menjadi OMNI Insyaallah International karena ternyata embel-embel internasional ini hanya sekedar ’nama’ dan bukan sebuah standar/akreditasi.
Bagi para warga dan penggiat IT saya hanya menyarankan untuk tak pantang surut. Meski saya sempat agak khawatir menulis blog, saya tak menekankan untuk ’berhati-hati’ sebagaimana banyak disarankan banyak pihak, karena anjuran berhati-hati bisa berkesan bahwa kita-lah yang salah. Saya hanya ingin mengatakan, jangan berpantang surut. Teruslah menulis, teruslah menyatakan hati nurani. Jangan takut salah, karena kita menjadi lebih dewasa karena belajar dari kesalahan.
Beberapa waktu lalu saya dititipi istri untuk membelikan jeruk di sebuah supermarket di Jl. Kaliurang (saya tak sebutkan namanya, khawatir saya kena jerat UU ITE). Saya lupa tepatnya berapa kilo saya beli jeruk itu, seingat saya ada sekitar 7 butir jeruk. Sesampai di rumah ketika akan dimakan ternyata jeruk itu ternyata busuk. Saya bilang kalo busuk sebagian nanti saya makan yang bagian lain yang tidak busuk, daripada mubazir karena sesedikit apappun itu kan rezki yang tak boleh disiasiakan. Namun ketika saya coba cicipi, bagian yang tidak busuk itupun berasa aneh dan saya merasa kalo itu memang jeruk busuk jadi akhirnya saya buang. Saya kira cuma satu butir jeruk yang busuk. Lalu istri saya mencoba beberapa jeruk lain dan ternyata sama, jeruknya busuk. Wah, ini pasti gak bener. Akhirnya hari itu jeruk tak jadi dimakan.
Besoknya, ketika satu jeruk lain dikupas ternyata kondisi nya bagus, syukurlah, jadi beberapa sisa jeruk masih dapat dikonsumsi. Namun, ternyata saya salah. Semua jeruk yang tersisa ternyata busuk juga, praktis dari semua jeruk yang saya beli hanya satu yang dapat dimakan. Padahal dari kulit luar tidak ada tanda-tanda mencurigakan.
Saya setengah guyon kalau kayak gini dikomplain saja tuh supermarketnya, karena ini jelas kesalahan mereka. Kalau sebagian kecil buah yang busuk mungkin masih agak ditolerir, ini sudah hampir semuanya busuk. Atau kepikiran ditulis saja di blog. Belum sempat menulis, ternyata ada kasus Ibu Prita. Wah, jadi takut juga saya nulis, jangan jangan hanya karena jeruk bisa berurusan dengan hukum dan masuk penjara!
Kasus Ibu Prita ini menurut saya dapat menjadi preseden buruk dalam kebebasan berpendapat. Apalagi ancaman UU ITE ini sampai hukuman sampai 6 tahun penjara.
UU ITE sendiri sejak lama sudah menjadi kontroversi dan DPR dinilai agak gegabah ketika men-syahkan UU ITE meski dibantah dan dikatakan kalau sebelum disahkan DPR sudah meminta pendapat banyak kalangan termasuk pakar IT, Roy Suryo.
Kembali ke masalah jeruk tadi, sebagai rakyat kecil saya tak bisa berbuat banyak, salah-salah bisa dituntut dan dipenjara, sementara korporasi besar yang mampu menyewa pengacara handal akhirnya yang selalu di posisi “menguntungkan”. Apakah kasus ini harus menjadi pelajaran “pasien-pasien lain” dan “konsumen-konsumen lain” untuk “berhati-hati” dalam berbicara/menulis? Pelajaran bagi rakyat kecil untuk tak berani-berani mengkritik perusahaan besar apalagi multinasional, meskipun perusahaan itu sudah meracuni lingkungan Anda, atau meracuni sumber hidup Anda, menggasak hutan-hutan leluhur Anda.
Ini tentu termasuk saya, yang akhirnya lebih merasa “takut” daripada “berhati-hati” dalam menulis blog, bahkan untuk sekedar menulis jeruk busuk.
—-
Saya hanya teringat sebuah lelucon dan membayangkan pihak super market yang saya komplain menjawab: ” Anda harusnya bersyukur ketipu cuma 3 kilo, kami ketipu 3 kontainer jeruk busuk semua”. Dan saya hanya tersenyum, kecut..
Waktu memang menjadi pertanyaan misterius sepanjang jaman. Kita setiap saat melakoni kehidupan melalui waktu. Detik-demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun. Hingga saatnya satu lagi umur bertambah. Sebenarnya apakah waktu itu? Sebuah dimensi kah? atau apa? Lalu, kemana waktu yang telah kita lalui itu, apakah hilang lenyap, atau tersimpan di suatu tempat? Ada yang biang klau waktu yang kita lalui ini adalah garis linier, yang pergi tak lagi kembali, ada yang bilang seperti spiral yang suatu ketika kita lalui lagi, atau? Entahlah..
Dari waktu pula kita menapaki kehidupan kita, entah masa-masa yang membahagiakan, masa-masa menyedihkan, masa-masa senang, masa-masa sulit, masa ketika kita sampai titik-puncak atau saat ketika kita merasa pada titik paling nadir, semua terlalui bersama waktu. Namun dari semua itu kita lah yang sedang berada di sini sekarang, saat ini disini, menarik nafas dengan segala syukur. Betapa kita akhirnya mampu untuk survive menjalani semua, meski kadang terasa beban yang sangat berat dan telah hampir berputus asa untuk melanjutkan perjalanan. Dan saat ini, ketika kita rasakan bahwa denyut jantung masih berdetak, adalah titik dimana kita menyadari bahwa waktu tak mungkin kita hentikan, hanya kita yang mesti berusaha menjadi lebih baik lagi di waktu-waktu yang akan datang dengan penuh harap dan doa, serta ucap syukur bahwa sampai detik ini kita masih diberi kesempatan untuk menapaki waktu ini. Terimakasih Tuhan.
Blogging merupakan fenomena yang marak belakangan ini. Pemanfaatan blog telah menjadi media yang popular karena mudah dibuat dan dikelola. Selain blog konvensional yang ada sekarang, semisal blogspot, wordpress, dll, sekarang muncul penyedia blog gratisan yang lebih mudah lagi untuk dibuat dan dikelola. Syaratnya hanya satu, kita harus punya email. Penyedia blog ini adalah posterous.com
Untuk mendaftar di layanan ini silahkan masuk ke posterous.com/main/register/
Masukkan nama blog yang ingin dibuat.
Masukkan email
Masukkan password
Lalu klik tombol Sign Up
Jika proses berhasil, maka akan tampilan akan menjadi seperti berikut:
Langkah berikutnya adalah aktifasi email.
Login ke email yang dipakai mendaftar account posterous.
Buka email yang berisi konfirmasi pendaftaran dari posterous.
Klik link aktifasi yang ada di email tersebut
Saat ini anda telah memiliki account blog di posterous. Untuk mengirimkan artikel ke blog Anda ini, Anda cukup mengirimkan tulisan Anda melalui email ke alamat post@posterous.com.
Jika akan menyertakan gambar, sisipkan gambar tersebut di attachment email. Selain gambar, kita juga dapat meyertakan dokumen (Word, PDF), Presentasi (PPT), audio, video. Artikel di posterous akan tampil menyesuaikan dengan file yang kita kirim. Misalkan yang kita kirimkan di attachment adalah gambar, maka gambar tsb akan tampil, jika fiel berupa dokumen maka akan tampil document viewer Scribd dan dokumen kita akan tampil di artikel sekaligus terdapat link di bawahnya jika pengunjung blog ingin mendownload file tersebut.
Jika file berupa audio atau video, maka akan tampil player untuk memainkan video/audio. Khusus untuk video, kita dapat memposting video dari youtube dengan menuliskan alamat video yang saja, pada contoh di bawah misalnya http://www.youtube.com/watch?v=moc1W9PmVSc
Tampilan artikel yang menyertakan file MS Word.
Tampilan artikel yang menyertakan file MS Powerpoint
Tampilan artikel yang menyertakan file Video dari Youtube
dengan alamat video http://www.youtube.com/watch?v=moc1W9PmVSc
Pemanfaatan internet dekade terakhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring pergaulan sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau dikenal dengan social network, pertumbuhannya cukup mencengangkan. Sebagai contoh, situs Facebook kini telah memiliki sekitar 200 juta pengguna dengan lebih 1,5 juta penggunanya ada di Indonesia. Tren pemanfaatan social network ini sebenarnya menjadi peluang yang cukup menarik untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebagai salah satu media pembelajaran. Dalam rangka memanfaatkan peluang tersebut Saya dan teman-teman PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Matematika mencoba mengadakan pelatihan bertema Pemanfaatan Online Social Network sebagai Media Pembelajaran untuk para siswa. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 Mei sampai dengan 6 Mei 2009. Kegiatan ini diisi dengan pengenalan Social Network di Facebook, juga dibuat sebuah group di Facebook dengan nama Edufezt Facebook Group.
Selain itu juga dibentuk beberapa account Edufezt di bebereapa tempat yaitu di
Hai, bukankah pagi ini indah sekali. Langit begitu biru, awan putih.. Ah, hangatnya mentari mengusir beku sisa gerimis malam tadi. Ayo kita segera sarapan. Lihatlah bulir-bulir padi disana, begitu menggoda. Kuning, berisi, renyah, lezat. Sepertinya pagi ini aku akan makan barang lima atau enam bulir. Atau.. mungkin tujuh, sepuluh, atau lebih.. Kau-pun boleh makan sesukamu. Ah, lihatlah, kita bisa makan bulir-bulir itu sambil berayun di tangkainya sambil bernyanyi… Lagu apa saja..
Oya, pagi ini mau lagu apa ya? Tentang awan biru itu? Ah, kemarin kan sudah. Atau mau menyanyikan hijau rumput, atau ranting kering pohon ini? Jangan ah, aku tak mau lagu sedih. Ah, aku tahu, kita nyanyikan saja lagu tentang embun. Bukankah dia terhampar cantik dimana-mana? Di dedaunan, rumput-rumput, ilalang, juga di bulir-bulir kuning itu.. Wow, begitu indah, bahkan kitapun bisa menghirup segarnya sambil sarapan..
Ya, sarapan bulir padi itu.. Ayo kita segera terbang kesana. Jangan sampai Pak Tani keburu datang, nanti bisa dimarahin habis-habisan.
“Maaf ya, Pak Tani, alam telah memanggil, pagi ini perut kami harus segera diisi. Mudah-mudahan engkau mendapat ganti bulir yang lebih banyak dan lebih baik”.
Sebuah TV nasional menyiarkan berita yang agak lain dari biasanya. Diceritakan, di Kailolo, Pulau Haruku, Maluku Tengah ada fenomena menakjubkan. Sebuah kubah dengan berat berton-ton terbang dengan sendirinya menuju ke menara diiringi tahlil dari warga yang menyaksikan kejadian ini dan menambah suasana magis semakin terasa. Pelan tapi pasti, kubah yang dibungkus kain hitam bergerak naik menuju menara…
Itulah informasi dan video yang beberapa waktu lalu beredar di internet bahkan pernah ditayangkan mainstream media, Trans TV. Saya sendiri pertama melihat video ini agak sanksi. Saya yakin kalau video ini hoax semata. Dan kalau kita search lagi di internet, indikasi bahwa ini adalah hoax sudah disinyalir beberapa pihak. Silahkan baca ulasannya disini dan disini. Videonya sangat mungkin benar, tapi tentang kubah yang terbang adalah sangat diragukan. Bisa jadi kubah ini diangkat memakai tali yang tak terekam kamera atau karena sudah diedit.
Berita lainnya, tentang Kode genetik DNA dalam Al-Quran.
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Qur’an dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah itemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada…. dst
Membaca ini saya tak langsung percaya (tentu bukan tak percaya tentang Al-Quran-nya, tapi kepada validitas berita itu). Ada indikasi berita yang sudah tersebar luas beberapa tahun ini sebenarnya adalah hoax. Saya kira umat Islam harus waspada dan hati hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang mengarah kepada hoax, apalagi jika informasi semacam ini digunakan untuk dakwah.
Konon penemuan ini sudah ada sejak 1999, namun sampai hari ini saya tak pernah menemukan buku atau makalah resmi tentang hal ini. Ketika awal muncul banyak yang terkagum-kagum dan langsung hunting buku-nya. Nyatanya sampai bertahun-tahun tak ada yang tahu tentang buku atau tulisan ilmiah yang pernah dipublikasikan, apalagi kalau dikatakan bahwa penemuan ini lebih hebat dari penemuan Newton atau Einstein.
Saya akan kasih hint sedikit bagaimana melacak berita-berita yang diindikasi hoax dan kemungkinan besar adalah berita yang tak dapat dipercaya ini. Pertama cari kata kunci dari berita yang dicurigai sebagai hoax. Dalam artikel di atas, kata kunci yang dapat kita ambil adalah: “Dr. Ahmad Khan”, “Duke University”,”DNA”, “chromosome”, “Quran”. Coba kombinasikan pencarian dengan kata kunci tersebut. Jika dilihat hasilnya maka yang muncul tidak memuaskan, lagi-lagi yang muncul adalah berita yang sama. Tak ada publikasi ilmiah DR Ahmad Khan atau Duke University tentang hal ini. DR Ahmad Khan sangat mungkin adalah fiktif. Pencarian tentang nama Keith More menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, dia adalah Ilmuwan embriologi di University of Toronto Kanada yang sempat juga bekerja di King Abdul Aziz University. Besar kemungkinan nama ini hanya dicatut untuk “memperkuat” berita ini.
Kalau membaca respon publik ternyata macam-macam. Kebanyakan terkagum dengan berita-berita macam ini. Ada pula yang merasa “tertipu” dan malu karena hoax yang tadinya dikira asli itu sudah disebarluaskannya bahkan jadi materi khutbah Jumat,lalu belakangan dia tahu kalau itu berita bohong. Ada juga yang mengaku sudah lama tahu tentang hoax “suara dari kubur”, ternyata ketika orang tadi ibadah haji, ada satu ceramah di tanah suci yang masih saja mengangkat topik yang nyatanya adalah berita palsu tersebut.
Tak henti-henti saya katakan bahwa kita harus waspada dengan hoax apalagi berkait dengan agama. Jangan dikira kebohongan tentang Islam itu hanya yang buruk-buruk saja, bisa saja kebohongan yang justru menampilkan sebaliknya. Saya kasih contoh, bagaimana kalau ada yang bilang kalau kakek saya itu ternyata menemukan teori fisika moderen yang tak pernah diceritakan ke orang dan ternyata diam-diam semasa hidupnya melakukan penelitian fisika dan dokumennya dikirim ke kawannya di negri antah berantah lalu baru sekarang diungkap, jauh hari ketika kakek saya sudah meninggal. Saya lalu percaya berita itu, dan memberitahu semua orang kalau kakek saya yang dikira cuma guru ngaji, ternyata fisikawan hebat. Di kemudian hari diketahui kalau berita itu hanya olok-olok, bayangkan betapa malunya saya.
Banyak orang sudah pernah diperdaya dan dipermalukan hoax, dari mentri sampai presiden. (Baca kisah Cut Zahara Fona atau Markonah). Baca posting saya tentang hoax Blur Energy?
dan baca juga beberapa hoax yang pernah memperdaya pejabat di detik.com
Bagi saya kebesaran Allah tak terbantahkan. DNA sendiri yang memiliki jutaan kode itu adalah bukti kebesaran Allah. Gunung, laut samudra, bintang gemintang adalah ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya. Tak perlu “nggumunan” ketika ada gambar foto awan yang nampaknya bertuliskan Allah dsb. Lha wong awan itu saja, bagi orang-orang yang tafakkur, adalah ayat dan bukti kebesaran Allah yang nyata. Janganlah kecintaan berlebihan kita akan sesuatu (dan sebaliknya) jadi membutakan kita dan menghalangi sikap kritis kita. Tak berkurang sedikitpun kebasaran dan keagungan Allah dengan ada tidaknya hoax ini.
Saya ini termasuk orang yang pelupa. Seringkali saya mengalami lupa yang bagi orang lain sebenarnya sesuatu hal yang tak seharusnya dilupakan. Kadang banyak hal yang sudah direncanakan sebelumnya, tiba-tiba saja terlewat begitu saja dengan tanpa sadar. Banyak hal kecil, misalnya menaruh kunci yang baru saja dipakai.
Ada pula kelupaan yang cukup membuat khawatir juga, misalnya koper yang lupa saya taruh dan lupa membawanya waktu di bandara, padahal bandara luar negeri. Pernah juga kelupaan menaruh paspor waktu sedang di negeri orang, bisa dibayangkan kalau ternyata paspor nggak ketemu.
Kadang saya kesal dengan diri saya sendiri dengan sifat pelupa saya ini. Apalagi kalau imbas kelupaan saya ini cukup merepotkan atau membawa dampak bagi orang lain, padahal bagi orang tersebut apa yang saya lupakan adalah sesuatu yang cukup penting. Keadaan seperti ini jadi menimbulkan perasaan bersalah pada diri saya.
Namun, menyalahkan diri sendiri nampaknya bukan perkara bijak. Semakin kita menyalahkan diri sendiri, semakin membuat kita tertekan dan ini tentu bukan hal yang baik. Akhirnya seiring waktu, saya mulai belajar memahami dan mengatasi sifat pelupa saya. ketika mau pergi jauh misalnya, saya biasanya sudah persiapkan segala sesuatunya sehari sebelum berangkat. Semua sudah harus lengkap. Saya cek berulangkali terutama barang yang wajib dibawa (SPPD misalnya). Namun, untuk hal-hal yang sifatnya mendesak, sifat pelupa saya ternyata masih sulit hilang. lagi-lagi ini membuat saya kadang tertekan dan guilty.
Saya sadari kalau sikap saya seperti ini terus maka hal ini akan menjadi lingkaran setan yang tak berkesudahan. Saya tak menjadi lebih baik tapi malah makin parah. Sampai saya sadar bahwa lupa adalah salah satu sifat manusia. Tidak ada manusia di dunia ini yang tak pernah lupa. Sekarang saya mulai agak kompromis dan pemaaf kepada diri sendiri kalau saya lupa. Tak lagi terlalu menyalahkan diri sendiri. Pagi ini misalnya, saya dan istri sudah berangkat kantor kira-kira sudah 2 atau 3 KM. Saya lupa apakah sudah mengunci pintu belakang rumah atau belum. Kami balik lagi untuk memastikan, padahal sudah siang dan nampaknya jam kantor sudah telat. Nyatanya pintu sudah dikunci. Ya, sudahlah, memang saya pelupa. Dan ketika sudah hampir sampai kantor, ternyatanya ada yang lupa gak kebawa, tas istri saya yang sudah disiapkan ternyata tertinggal di rumah..
(Dan nampaknya saya harus segera klik tombol Publish sebelum saya lupa )
Maha Suci Allah yang tak pernah tidur dan tak pernah lupa…
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar-Ruum 30:41)
Hari-hari ini kita lihat, dengar dan rasakan, cuaca semakin tak menentu. Hujan banjir, kekeringan bencana dimana-mana. Dunia kini dihantui pemanasan global. Bagi sebagian besar kita mungkin tak begitu peduli dampak pemanasan global ini di lingkungan kita. paling paling hanya mengeluh soal cuaca yang makin gerah atau hujan deras yang turun tiba-tiba. Namun bagi 800 penduduk Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, pemanasan global menjadi hantu yang lamban tapi pasti akan menelan pulau kecil yang jarak ke Philipina justru lebih dekat daripada ke Manado, yang memerlukan waktu sehari semalam dengan naik perahu perintis. Terpencil, seolah terapung di laut lepas, pulau yang makin lama garis pantai semakin meninggi ini menjadi kecemasan penduduk setempat, ketika suatu saat pulau ini harus tenggelam karena air laut yang makin meninggi.
Miangas hanya satu pulau yang terancam. Indonesia semula memiliki 17.504 pulau, kini tinggal 17.480 pulau karena tenggelam akibat pemanasan global atau penambangan liar. Bukan itu saja, negara-negara yang tersebar di perairan laut Afrika, Asia, Pasifik, Karibia, dan Mediterania harus bersiap kehilangan lahan pijakan hidup. Jumlahnya sekitar 42 negara. Maldives (Maladewa) bahkan mulai memikirkan untuk merelokasi seluruh penduduk ke negara lain.
Hari ini diperingati sebagai Hari Bumi. Sudahkan kita sadar bahwa kita alih-alih turut andil dalam melestarikan bumi, justru sedikit banyak tangan-tangan kita turut mencemarinya.
(posting ini saya tulis kemarin pas Hari Bumi, tapi baru sempat terpublish hati ini)
Petang itu, Parjo buru-buru pergi ke masjid karena sholat berjamaah maghrib telah dimulai. Satu dua rakaat dia biasa tertinggal, masbuq. Telat, dan berdiri di baris paling belakang menjadikannya pemandangan yang cukup kontras. Ketika yang lain salam dan mengakhiri shalat, hia hampir selalu berdiri lagi meneruskan rakaat yang ketinggalan. Jamaah lain yang hampir semua selalu datang tepat waktu, segera setelah azan. Pun Parjo selalu menggunakan batik lusuh dan sarung berlubang di tengah jamaah lain yang memakai baju jubah, putih dan wangi. Nyaris semua seragam.
Kondisi ini ternyata membuat keresahan tersendiri bagi jamaah lain. Apalagi Parjo dikenal hanya ke masjid kalau waktu Maghrib dan Isya saja. Di tengah komunitas yang nyaris sempurna seragam, kehadiran Parjo menjadi sebuah gangguan kecil yang cukup mengganggu bagi kesempurnaan itu. Lalu, di suatu hari, Ustad masjid itu akhirnya menegur Parjo.
”Shalat adalah momen penting, harus didahulukan dari pekerjaan lain. Jika azan berkumandang, kita harus meninggalkan pekerjaan dunia dan menuju masjid secepatnya untuk shalat berjamaah. Jangan suka telat”, kata Pak Ustad yang masih cukup muda ini.
”Iya ustad”, kata Parjo lirih.
”Oya, satu lagi”, lanjut pak Ustad. ”Karena shalat adalah momen yang penting dan istimewa, maka kita juga harus menghormatinya dengan semestinya. Kalau sholat ya pakailah baju yang bagus, jangan pakai baju kumal. Shalat itu menghadap Allah langsung. Mau menghadap pak lurah saja kita malu pakai baju yang tidak bagus. Apalagi menghadap Allah. Pakailah baju yang baik, yang islami, yang wangi”.
”Iya, ustad”, Kata Parjo sambil menunduk. Ia sekolah SD pun tak lulus, tak mungkin apa yang diujarkan ustad yang konon gelar sarjana berderet ini salah. Parjo juga sadar betul kalau ia yang salah. Kesalahan yang sangat besar.
Besok lagi, Parjo tak pernah datang. Jamaah sholat kembali tenang. Tak ada lagi seorang jamaah yang suka telat. Tak ada lagi jamaah yang berbaju beda dan aneh. Semua sekarang shalat tepat waktu, berpakaian sempurna, putih bersih dan wangi.
Yang tidak pernah orang tahu adalah bahwa Paijo hanya seorang tukang bakso ojek. Sebelum subuh dia harus mempersiapkan dagangan sehingga tidak bisa shalat jamaah di masjid. Seharian dia berkeliling berjualan bakso ojek. Jika sempat, dia bekerja serabutan, apapun yang dapat dilakukan asalkan halal. Dia pulang sudah hampir maghrib. Buru-buru mandi dan bergegas ke masjid. Baju batik kumal dan sarung yang bolong di beberapa tempat adalah satu-satunya baju dan sarung terbaiknya. Ia tak mampu membeli baju lain yang lebih bagus.
Tak ada orang yang tahu hal ini. Bahkan mungkin tak ada jamaah masjid itu yang tahu, kalau ia bernama Parjo..
Hari ini diperingati sebagai hari Kartini. Hari dimana kita musti mengingat bahwa wanita adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, yang sampai saat ini masih didominasi pria. Pagi ini banyak anak berkostum busana daerah. Dan waktu saya membuka Google, ternyata Google-pun memperingatinya (Lihat Google Doodle).
Wanita adalah makhluk lemah. Demikian anggapan di masyarakat kita, baik anggapan berlatar kultur maupun pemahaman beragama. Namun jika dilihat di kenyataannya, seringkali kita menemukan hal sebaliknya, banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. Ada yang karena suaminya sakit parah sehingga tidak mampu bekerja, atau istri yang harus banting tulang menghidupi keluarga karena suami yang tak bertanggung jawab, tak mau bekerja bahkan ada yang tega “memalak” istrinya yang bekerja susah payah hanya untuk beli rokok atau mabuk. Dan pada kenyataannya pula, wanita sering lebih tegar menghadapi kesulitan hidup dan lebih bertanggung jawab atas kesejahteraan dan masa depan anak. Ini dibuktikan Muhammad Yunus, peraih nobel dari Bangladesh.
Yunus dengan Bank Grameen-nya dengan sabar berusaha mengangkat derajat keluarga-keluarga miskin dengan terutama membidik dan mentargetkan wanita sebagai pelaku utama pengentasan kemiskinan keluarga. Meski awalnya agak sulit, banyak wanita Bangladesh tidak mau. Diantaranya adalah adanya budaya lokal yang memisahkan perempuan dari kegiatan di ruang publik termasuk wanita tidak boleh memegang uang, Tetapi M.Yunus yakin melalui tangan para ibu/wanita Bangladesh, kemiskinan di Bangladesh pelan-pelan akan berkurang.
Banyak hasil kajian memperlihatkan setelah perempuan terpapar akses ekonomi, memiliki rekening bank, punya penghasilan, dan menjadi lebih independen maka hubungan suami-istri berubah total, para suami menaruh respek pada mereka, kekerasan dalam rumah tangga jauh berkurang. Banyak perempuan menjadi penghasil utama dalam keluarga.. Anak-anak sekarang bersekolah. Dan kondisi semacam itu betul-betul terasa dalam kehidupan wanita Bangladesh, lebih-lebih didalam mengerakan perekonomian. Bank Grameen yang telah beroperasi 32 tahun, sekarang memiliki 2,226 cabang di 78.658 desa dengan 7,21 juta nasabah, 97 prosennya perempuan. Stafnya berkembang dari 3 orang menjadi 23.345. Uang yang berputar secara kumulatif berjumlah sekitar enam miliar dollar AS yang disalurkan kepada keluarga miskin per bulan 6,6 juta warga miskin dan mayoritas wanita.
Kini, nasabah bank Gremeen ini separuh lebih telah terbebas dari kemiskinan. Yunus membuktikan ketika diberdayakan itu adalah perempuan/ibu, pada dasarnya yang terangkat derajatnya adalah sebuah generasi.
Foto seorang nenek pulang dari pasar. Saya ambil di sekitar Pasar Rejodani
Lihatlah di lingkungan kita, di pasar misalnya. Kita mungkin akan menemui banyak wanita bahkan yang sampai berusial lanjut yang masih aktif bekerja. Saya banyak menemui nenek-nenek, yang berjualan sampai larut malam. Mereka adalah para manusia super yang harus kita hargai dengan penghargaan yang layak.
Tabel periodik (periodic table) unsur kimia merupakan pegangan wajib bagi siswa dalam belajar kimia. Unsur-unsur dalam tabel tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya. Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari persepektif yang berbeda (wikipedia).
Seringkali unsur dalam tabel periodik ini harus dihafalkan, utamanya berurut berdasar golongan tertentu, karena dalam setiap golongan memiliki elektron yang sama sehingga sifat-sifatnya juga mirip. Ada beberapa trik untuk menghafal tabel periodik unsur kimia ini, diantaranya dengan menggunakan jembatan keledai tabel periodik. Selain itu siswa juga kadang menempel tabel periodik di dinding kamar sehingga mudah dilihat sewaktu-waktu dan supaya lekat dalam ingatan.
Di internet ada beberapa poster tabel periodik yang dapat didownload dan dicetak. Desainnya bermacam-macam, dari yang standar sampai yang lucu-lucu. Berikut ini di antaranya (klik pada gambar untuk memperbesar):
Pernahkan Anda melihat gambar yang sepertinya acakadul, namun dengan teknik penglihatan tertentu maka akan terbentuk benda yang seolah-olah 3 dimensi. Gambar ini biasa disebut stereogram.
Perhatikan gambar berikut (klik untuk memperbesar)
Di internet kita bisa mendapatkan banyak sekali gambar stereogram atau foto stereogram. Berikut ini contoh gambar streogram bunga dengan latar belakang gunung dari stereophotos.blogspot.com.
Amatilah foto ini dengan memakai teknik cross-eye.
Caranya:
* lihat gambar atau foto stereogram.
* kemudin kaburkan pandangannya, mirip seperti kita melamun atau melihat kejauhan tapi tetap fokus.
* semakin lama jika kita fokus maka objek gambar 3D akan terlihat
Selain mencari gambar atau foto stereogram, kita bahkan bisa membuat sendiri gambar stereogram kita. Salah satu situs yang menyediakan layanan ini adalah www.easystereogrambuilder.com. Kita dapat membuat gambar 3D dengan mudah di situs ini dan gratis.
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yang tak sampai
diucapkan embun
kepada mentari
yang menjadikannya tiada
(I want the love you simply
with words that are not up to be spoken
by the dews to the sun
that makes them disappear)
Foto diambil di belakang rumah, masih di remang pagi, kira-kira jam 5.45 dengan kamera Fuji Finepix s700. Puisi diinspirasi dari karya Sapardi Joko Pramono. Translasi dibantu oleh Google Translator.
Nama adalah doa. Ketika orang tua memberi nama seorang bayi waktu dia lahir adalah doa yang diinginkan agar terwujud atau diwujudkan oleh sang anak. Banyak nama yang memiliki makna bagus yang dapat diberikan kepada seorang anak, dalam berbagai bahasa ataupun kultur. Ada nama Jawa, nama Melayu, India, Arab, Eropa, Jepang atau nama berdasar keyakinan, misalnya nama Muslim.
Ada banyak nama bayi yang bisa dipilih. Kita juga bisa mencari nama dengan membeli buku daftar nama bayi misalnya, atau ada yang agak iseng cari dari daftar hasil seleksi UMPTN. . Bisa juga mencari inspirasi dari jutaan nama siswa Indonesia di situs http://nisn.jardiknas.org.
Barusan chatting dengan istri, ada pengalaman seorang teman, kalau dia cari nama bayi maka ditentukan doa atau harapan apa dulu yang diinginkan, baru dicari nama-nya. Di internet ada sebuah situs yang cukup menarik yang dapat dipakai untuk mencari nama berdasar makna, ketika dipilih satu makna tertentu maka akan ditampilkan daftar nama bayi dari berbagai bahasa dan budaya yang sesuai atau mirip dengan makna tersebut. Situs yang beralamat di http://www.whatalovelyname.com/ ini juga memiliki tampilan menarik dan mudah digunakan.
Untuk daftar nama bayi di situs lain silahkan kunjungi beberapa link berikut:
Seorang tukang becak melintas di depan baliho besar yang mensosialisasikan cara pemilu 2009, acuh tak acuh. Hingar bingar kampanye seperti pemilu-pemilu sebelumnya nampaknya tak terjadi di pemilu sekarang. Entah karena aturan lebih ketat atau karena orang sudah malas dan skeptis dengan pemilu.
Di tengah krisis yang melanda seluruh belahan dunia, kita sekarang tengah pesta pora demokrasi. Betapa tidak disebut pesta pora, biaya untuk menyelenggarakan pemilu super mahal sampai Rp. 47.941.202.175.793 atau Rp 271.376,- per orang. Dengan sistem seperti sekarang, pendidikan politik masyarakat yang masih memprihatinkan seperti sekarang, rasanya sulit berharap jika pemilu ini akan memberikan hasil yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Para Caleg berlomba-lomba tebar pesona dengan apalagi kalau bukan uang. Tidak sedikit, bahkan mungkin sebagian besar, caleg yang berlomba untuk berebut kursi untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, bukan menjalankan amanah. Tak sedikit yang harus berhutang sana-sini yang tentu saja sulit diharapkan kalau nanti caleg ini terpilih apakah akan menjadi wakil rakyat atau hanya akan menjadikan jabatannya untuk mengembalikan dan melipatgandakan modal. Yang memprihatinka, masyarakat-pun banyak yang menjadi pragmatis, akan mencoblos caleg yang mau memberi uang paling banyak! Akibatnya pemilu tinggal “pesta” nya saja, sementara demokrasinya? nol besar.
Saya tak mengatakan untuk jangan menggunakan hak pilih. Saya juga tidak tahu apakah saya akan ikut mencoblos mencontreng atau tidak. Yang jelas semakin lama nuansa skeptik rasanya makin menebal, jauh dari hingar bingar harapan perubahan ketika reformasi 1997 lalu.
Jadi, tidak mencontreng ataupun mau mencontreng, partai apapun(partai nasionalis atau bukan, partai Islam atau non-Islam bukan, partai wong cilik atau wong gede, partai gurem atau partai gajah), mari kita berdoa dengan ikhlas, mudah-mudahan kita semakin dewasa dalam berbangsa, dan negeri ini menjadi lebih baik dan lebih layak ditinggali anak cucu di masa depan.
*) foto saya ambil di dekat dekat PJKA waktu berteduh kehujanan
Recent Comments