Materi Dirjen PMPTK Tentang Sertifikasi Guru

Selama 2 minggu ini saya menjadi panitia (sekaligus salah satu pemateri) DIklat Guru SMP Lanjut Nasional. Hari kamis, 10 Juli kemarin ada yang sedikit lain dari diklat ini yaitu salah satu materi yang cukup menarik yaitu mengenai seputar kebijakan pemerintah mengenai PTK dan yang menajdi perhatian tak lain adalah sertifikasi guru. Yang lebih menarik lagi yang membawakan materi juga cukup istimewa, yaitu langsung oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr Baedhowi. Kayaknya jarang deh ada diklat kami yang materinya disampaikan pejabat Eselon I.

Pada bagian awal disampaikan beberapa keprihatinan tentang guru ini, seperti data survey di mana guru yang ternyata tidak banyak menjadi idola siswa (58%), masih kalah dengan orang tua (90%) bahkan teman sebaya (80%). Juga tingkat pendidikan guru di mana belum ada 50% guru berpendidikan S1/DIV (seperti disyaratkan UU Guru dan Dosen). Jumlah guru sekitar 2.783.321 orang, yang berpendidikan S1/D-IV & lebih tinggi 1.124.837 orang (40,4 %), yang belum berpendidikan S1/D-IV 1.658.484 orang (59,6%).

Khusus mengenai sertifikasi ini disampaikan Pak Dirjen bagaimana rumit dan sensitifnya masalah sertifikasi guru ini. Banyak sekali permasalahan seputar ini, misalnya banyaknya sertifikat aspal, pengisisan data yang tidak akurat, dsb.
Ada beberapa pesan untuk para guru dalam rangka sertifikasi ini, misalnya jangan terjebak untuk mencari sertifikat (seminar dsb) karena poinnya sangat kecil. Lebih baik guru banyak menulis karya. Beliau mencontohkan saat ini ada KTI Online yang bisa diikuti para guru (http://ktiguru.org). Selain itu banyak peserta diklat yang menanyakan kenapa yang bersangkutan sudah di-sertifiaksi tapi belum mendapat tunjangan profesi. Dalam kaitan ini Pak Dirjen menyarankan bagi guru yang mendapati masalah-masalah serupa untuk menghubungi Direktorat Profesi Pendidik Kompleks DEPDIKNAS JL. PINTU I, Senayan, GEDUNG D, Lantai 14, Telp 021-57974127., 021 -57974121 atau 021-57974122.
Sedangkan yang bermasalah dengan NUPTK dapat menghubungi LPMP setempat atau hotline 021-32490330.

Meski sesi cukup lancar, materi ini cukup membuat repot penanggung jawab diklat dan panitia karena jadwal harus menyesuaikan ulang dan serba mendadak. Berita ini sengaja saya posting semoga bermanfaat terutama bagi guru yang sedang mengurus sertifikasi.

Main Tenis Lagi

Dulu, sebelum kuliah lagi, saya dan beberapa teman suka berlatih main tenis. Tapi, karena harus meneruskan kuliah latihan tenis-pun terhenti, padahal belum bisa. Kemarin saya mencoba lagi berlatih tenis dengan teman-teman.

Istirahat karena kelelahan

Budaya Membaca Kita Kurang

Saya banyak menemukan beberapa perilaku yang sama dari beberapa diklat yang kebetulan saya bawakan materinya. Dari beberapa perilaku peserta saya bisa mengambil kesimpulan (yang mungkin subyektif) kalau budaya membaca kita sungguh sangat kurang dan cenderung takut berinisiatif. Beberapa kali dari peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat teknis dan terkadang pertanyaaan serupa sebenarnya sudah diajukan peserta lain.  Karena saya mengajar materi teknis semisal membuat blog, saya pun membuat modul yang sudah saya rancang secara urut, langkah per langkah. Yang membuat saya heran adalah untuk mengerjakan langkah-langkah ini saya harus menuntun hampir secara personal. Saya seringkali menunjukkan modul di halaman ke sekian untuk langkah tertentu dan tinggal mengikuti, tapi kebanyakan tetap tidak mau membacanya dan lebih suka praktek mengikuti instruktur dan bertanya kalau ada kesulitan. Tidak jarang malah mereka mengikuti langkah yang dipraktekkan dan menulis langkah tersebut tanpa membuka modul. Waduh, padahal saya yakin di modul tersebut lebih detil bahkan disertai ilustrasinya. Kayaknya memang kultur (pendidikan) kita seperti itu.

Tak sengaja, waktu break istirahat beberapa instruktur senior ternyata memperbincangkan hal yang sama…

Jatuh Tertimpa Tangga

Pembajakan di Indonesia memang memprihatinkan. Kini tidak saja software buatan luar negeri yang dibajak, software buatan bangsa sendiripun jadi korban. Dulu pernah ada dosen saya yang berkisah tentang software yang beliau buat yaitu tools penerjemah Bahasa Inggris-Indonesia. Karena beliau memang pakarnya, hasil terjemahan dengan software ini cukup bagus. Namun, ternyata karya ini tiba-tiba dijual di publik sebagai CD bajakan. Bukan cuma itu, beliau bilang ada seseorang yang beli CD itu lalu karena mungkin merasa kurang puas, komplain dan mencak-mencak. Waduh, ini udah jadi korban pembajakan dan dimaki-maki orang. Udah jatuh, ketimpa tangga, kejatuhan gentengnya pula… :))

Kemarin saya mendapat SMS dari seseorang yang bertanya dan mungkin akan komplain tentang aplikasi Java yang pernah saya buat. Namun setelah saya jelaskan, dia jadi tahu duduk perkaranya. Dia mengaku membeli CD berjudul Islam Gallery di salah satu toko buku di Kwitang. Di CD itu ada beberapa software yang pembuatnya adalah saya. Saya tentu saja bingung karena tidak pernah menjualnya. Saya saat ini hanya mempublikasikan aplikasi saya melalui website. Yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah katanya dia mendapat nomor HP saya dari CD tersebut..
Saya sih gak masalah kalau aplikasi freeware saya disebarkan asalkan bukan untuk tujuan komersil dan saya tekankan di sini kalau saya tidak menjual aplikasi di beberapa CD yang beredar tersebut dan tentu saja bukan tanggung jawab saya jika anda membeli CD itu dan mendapati ada kerusakan teknis atau semacamnya. Namun, jika berkait dengan masalah isi/materinya, saya dengan senang hati akan menerima masukan, kritik dan saran.

Mudah Membaca Blog Dengan Google Reader

Jika anda selama ini suka mengunjungi blog-blog teman-teman dengan cara manual, yaitu mengetikkan alamat blog mereka satu-persatu di browser, tentu agak sedikit repot. Belum lagi ketika sudah terbuka, ternyata tidak ada posting baru. Sebenarnya kita dapat membaca blog-blog dengan lebih mudah dan praktis, cukup membuka satu alamat saja. Kita bisa gunakan layanan blog reader yang banyak bertebaran di internet, salah satunya adalah Google Reader.
Untuk menggunakan layanan ini kita harus memiliki akun Google. Kita bisa pakai username dan password Gmail kita untuk login.
Langkahnya adalah sbb. masuk ke alamat http://www.google.com/reader. Login dengan username dan password Gmail anda. Setelah itu daftarkan blog yang akan kita baca melalui Google Reader ini. Klik di menu Add Subscription dan masukkan alamat blog atau feed RSS teman kita. Dan dalam sekejap, posting-posting dari blog tersebut akan di-load ke Google Reader. Ulangi untuk blog-blog lain. Dengan Goolge Reader ini kita bisa mengecek Inbox seperti mengecek email. Kita juga bisa tahu jika ada osting baru, juga bisa mengetahui mana posting yang telah dibaca dan mana yang belum.

Pengalaman Dengan Paypal

Beberapa waktu ini saya mendapat dua pengalaman dari paypal.
Pengalaman pertama saya dapatkan dari email phising, email penjebak yang ingin memancing password paypal saya dari email. Saya agak kaget dengan email ini yang mengarahkan kita supaya memberikan konfirmasi tertentu atau account akan diblok. Saya teringat tentang email phising serupa. Saya cek lebih detil email ini. Ada beberapa link yang mengarah ke situs aneh. Akhirnya saya menyimpulkan kalau email ini hanya aksi tipu-tipu. Lucunya, di email ini dikatakan untuk berhati-hati terhadap aksi penipuan dan tidak sembarangan memberikan usernama dan password.
Meski demikian, kalaupun akun paypal saya ini dibobol orang, dia tentu hanya gigit jari karena isinya (waktu itu) cuma $0 :-D

Pengalaman kedua, saya kebetulan mendaftarkan salah satu website untuk mengikuti program Text Link Ads, yaitu menyewakan ruang di web kita untuk diisi link oleh para penyewa. Pembayaran dilakukan per-bulan melalui paypal. Bulan lalu ada beberapa penyewa dengan total $8.75. Beberapa hari lalu ternyata TLA sudah melakukan pembayaran via paypal. Ini pembayaran pertama dari TLA dan transaksi pertama paypal. Bulan ini sudah ada beberapa penyewa lagi dengan total proyeksi pendapatan bulan ini naik menjadi $13.87. Lumayan :-)

Itulah Gunanya Teman..

Saya punya banyak teman (meski tidak banyak sekali) dan saya selalu berusaha menjaga pertemanan itu apapun keadaannya. Bahkan banyak teman TK atau SD saya yang masih berhubungan hingga kini. Teman bagi saya seperti charger, ketika kita sedang drop, teman-lah yang menjadi sumber energi untuk terus survive. Saya tidak akan menjadi seperti sekarang ini tanpa bantuan dan dukungan teman-teman saya. Saya-pun berusaha sebaliknya, berusaha berperan menjadi teman yang terbaik, meski tentu saja jauh dari sempurna. Walau Kadang kala hanya sekedar urun rembuk sepatah dua patah menyemangati atau menghibur. Saya sendiri sering merasa sepatah kata dari teman bisa menjadi motivasi yang berharga, bahkan meski orang yang memberi urun-rembuk tadi tidak merasa.

Namun, di kesempatan lain ada juga teman yang seperti menjadikan kita ini seperti “tempat sampah”.. Karena dia tertekan atau stres sementara mau melawan tidak berani akhirnya teman sendiri yang menjadi pelampiasan kekesalan (ya, beraninya dengan teman :-D). Saya kadang mengalami juga (baik jadi korban atau pelakunya. heehehe), meski setelah semua tercurahkan akhirnya minta maaf. Tapi itulah bunga-bunga persahabatan. Saya pikir, dengan kita menjadi tempat sampah tadi pun, kita telah membantu dia melepaskan tekanan bebannya.. dan bukankah itu gunanya teman..

Dan, mendengar tone SMS dari seorang teman, saya jadi ingat sebuah lagu lama That’s what friends are for. Videonya bisa dilihat disini.


And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Whoa, and then for the times when we’re apart
Well, then close your eyes and know
These words are comin’ from my heart
And then if you can remember, oh

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
In good times, in bad times
I’ll be on your side forever more
Oh, that’s what friends are for

Whoa… oh… oh… keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, oh, for sure
‘Cause I tell you that’s what friends are for
For good times and for bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for (That’s what friends are for)

On me, for sure
That’s what friends are for
Keep smilin’, keep shinin’

Doa Yang Mengancam

Ini adalah judul cerpen yang akan difilmkan. Saya sempat lihat beritanya di TV, nampaknya sinema ini cukup menarik. Menyorot spiritualitas di lingkungan keras kehidupan rakyat kelas bawah. Kisahnya kurang lebih menceritakan konsepsi seseorang tentang Tuhan. Saya belum bisa menulis banyak karena belum tahu detilnya (takut salah, tepatnya takut disalahfahami :-) ). Saya kutipkan saja beritanya:

Film yang baru mulai syuting pada hari ini, secara garis besar menggambarkan kehidupan seorang buruh bongkar muat, Madrim, yang diperankan komedian Aming. Madrim berkali-kali mengancam Tuhan lantaran kecewa dengan kehidupan yang dijalaninya. Karena tak kunjung hidup berkecukupan, Istri Madrim, Leha (Titi Kamal), minggat meninggalkannya.

Untungnya, Madrim masih memiliki seorang sahabat, Kadir (Ramzi), yang setia menjadi tempat curahan keluh kesahnya. Namun, segudang nasehat Kadir tak dihiraukannya, hingga puncaknya Madrim pun mengancam Tuhan.

Kisah Madrim dengan keberadaannya yang hidup di kawasan kumuh ini, kata Hanung, adalah salah satu upaya dari cerita film ini untuk menggambarkan bahwa Tuhan ada di mana-mana. “Kita tidak bicara Tuhan ada di (Masjid) Istiqlal. Kita bicara Tuhan ada di masjid yang butut, di kios ayam atau di pasar. Kita bicara bahwa ada nafas-nafas Tuhan di tempat yang kumuh, bau, dan kotor,” papar Hanung.

(GATRA)

Kalo yang penasaran, silahkan baca cerpennya berikut:

Cerpen Doa Yang Mengancam

Membuat Banyak Account Dengan Satu Email

Suatu ketika kita mungkin memerlukan banyak email untuk suatu keperluan. Semisal kita mendaftar di suatu layanan (blog dll). Kita lalu diminta memasukkan email, karena password  (atau aktivasi) akan dimasukkkan ke email tersebut. Sekali email digunakan di layanan ini, biasanya ketika kita mendaftarkan account baru maka kita akan ditolak karena email sudah terdaftar. Ini menjadi persoalan tersendiri, misalnya kita tengah mengajarkan cara membuat blog. Kadang kita mau tidak mau harus membuat email baru.

Sebenarnya ada trik yang cukup mudah untuk mengakali hal ini. Gmail memberikan fitur yang cukup unik (atau jangan-jangan ini malah bug?). Jika kita punya email di Gmail, email-email yang memiliki karakter dot (titik) akan diabaikan. Misalnya saya memiliki email mtamim@gmail.com maka  ketika ada orang mengirim email ke m.tamim@gmail.com akan dikirimkan ke mtamim@gmail.com.
Selain itu alamat email di gmail yang memiliki tanda plus (”+”) maka karakter dibelakang tanda tersebuat akan diabaikan. Misalnya mtamim+blog@gmail.com akan dianggap sebagai mtamim@gmail.com. Konon ini katanya bisa dipakai memfilter email. misalnya email kita di milis kita dafatarkan sebagai mtamim+milis@gmail.com, maka email dari milis tersebut akan dimasukkan ke folder “milis” di inbox kita. Namun, banyak web yang tidak membolehkan pemakaian tanda plus di email.

Kembali ke multiple account, dengan layanan(/bug) unik dari Gmail ini kita bisa manfaatkan untuk dapat membuat account berbeda-beda dengan tetap menggunakan satu email (baik dengan pemakaian titik atau plus). Saya sudah mencoba membuat account wordpress dengan tambahan tanda plus. Dan berhasil! Ternyata WP mengenali email dengan format email+1@gmail.com dan email+2@gmail.com sebagai dua email berbeda…

Domain Baru Dari Yahoo: Buruan Daftar!!

Yahoo saat ini melaunch dua domain baru bagi pengguna layanannya. Kini kita dapat memiliki email dengan domain @ymail.com atau @rocketmail.com. Bagi Anda yang cukup ribet dengan nama email Yahoo yang ada sekarang yang terlalu panjang atau aneh (karena penggunanya sudah bejibun dan nama yang bagus sudah duluan diambil orang lain), kini ada kesempatan membuat email dengan nama bagus. Misalnya kemarin kita punya email agus2005@yahoo.com kini ada kesempatan untuk memiliki email di agus@ymail.com atau agus@rocketmail.com.

Tentu saja kita harus cepet-cepet sebelum keduluan orang lain. Saya saja ternyata sudah telat. Mulanya mau buat di tamim@ymail.com, eh udah keduluan orang lain, padahal nama saya ini kan bukan nama pasaran lho, kok masih keduluan juga. Makanya buruan daftar disini

Ringtone Lagu Jawa (Macapat)

Kemarin saya ngobrol dengan teman saya perihal anak-anak yang akan mengikuti lomba macapat untuk tingkat SD. Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah kurangnya perangkat yang memadai pada saat pembinaan. Secara sekarang ini juga sulit mencari orang yang mampu nembang macapat ini.

Saya akhirnya coba carikan di internet siapa tahu ada banyak MP3-nya sehingga bisa dipakai belajar anak-anak. Saya sudah nemu beberapa di antaranya disini. Sebenarnya kalau dihayati bener-bener, tembang-tembang ini ternyata penuh nasehat berharga.

Sambil cari-cari MP3 yang lain, saya iseng mbuat ringtone dari salah satu lagu macapat ini. Saya buat dalam format amr. Kalau anda suka silahkan download ringtone macapat disini

Mission Imposible In Angklung Orchestra

Mission Imposible In Angklung- Sabuga ITB

Tradisi tidak harus identik dengan sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman. Angklung misalnya, menjadi menarik juga ketika orkestra angklung melantunkan lagu moderen semisal Mission Imposible. Di ITB, orkestra angklung ini hampir pasti selalu tampil di acara wisuda.

Download Ebook Mapel Sekolah

Sejak hampir dua tahun yang lalu saya sudah beberapa kali mendengar akan adanya buku gratis yang akan disediakan pemerintah (Depdiknas) untuk mengatasi mahalnya buku pegangan siswa, kabar yang tentunya cukup menggembirakan. Saya juga mendengar sudah ada banyak buku yang “dibeli” oleh pemerintah untuk kemudian disebarluaskan dengan gratis. Namun, sudah berkali kali saya mencari informasi mengenai keberadaan buku-buku yang katanya bebas didownload ini, tapi tidak pernah menemukannya. Saya terus terang menjadi agak skeptis dengan program ini.

Hari sabtu kemarin saya tidak sengaja melihat iklan di TV tentang hal ini. Ada sebuah iklan dari Depdiknas menyebutkan bahwa sudah ada 49 judul buku yang telah dibeli pemerintah yang sekarang sudah dapat didownload secara gratis di situs http://bse.depdiknas.go.id. Saya kembali agak bersemangat. Namun ketika saya mencoba membuka web tersebut ternyata lambat sekali, bahkan sempat error. Saya lalu iseng membuka dari alamat ebook.depdiknas.go.id baru bisa terbuka. Selain lambat saya lihat beberapa jenjang masih belum lengkap.
Saya mencoba mendownload beberapa buku, utamanya yang matematika. Baru dapat beberapa judul, itupun harus penuh kesabaran menunggu byte demi byte transfer data. Seharusnya pihak Depdiknas menyediakan server yang memadai untuk download ini. Saya membayangkan jika saya yang bandwith nya cukup besar saja masih kewalahan mendownload apalagi teman-teman lain yang bandwithnya kecil, ditambah lagi jika nanti lebih banyak lagi masyarakat yang akan mengakses situs ini.

Saat ini saya dan beberapa teman tengah mengumpulkan ebook-ebook ini. Semoga lebih banyak buku lagi yang dapat didownload dan nantinya dapat disebarluaskan ke lingkup yang lebih luas.

Blur Energy?

Heboh penemuan energi alternatif dari air nampaknya semakin ramai saja. Saya pribadi sebenarnya sudah agak sangsi dengan penemuan ini. Bahkan ketika penemuan ini konon akan dipamerkan di forum United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) Desember 2007 di Bali lalu. Saya tidak tahu apakah jadi atau tidak.
SBY sendiri tampaknya cukup antusias dengan Blue energy ini dan sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan pabriknya di Cikeas.
Belakangan blue energy ini makin misterius karena teknologi yang digunakan masih simpang siur. Para ahli BPPT, UI dan UGM menyangsikan teknologi ini. Bahkan pihak UGM mengindikasikan tim ini adalah penipu

Lalu, kalau ini penipuan kenapa bisa SBY sampai tertipu? Kisah tipu-tipu yang yang mengelabuhi banyak orang sudah ada sejak Presiden sukarno. Sebut saja legenda Markonah (dengan ciri khas kacamata hitamnya) dan suaminya, Raja Idrus, yang mengaku raja (?) dari suku Anak Dalam yang sedang muhibbah dan konon sempat diterima Sukarno (tentang ini saya baca beritanya waktu saya SMP, tapi saya cari lagi di internet ternyata tidak ada). Ada juga kasus Cut Zahara Fona dengan bayi ajaibnya yang bisa mengaji di kandungan. Yang terbaru adalah penggalian situs Batu TUlis di Bogor. Baca beberapa kisah-kisah ini di detik.com

(dulu ada juga kasus tipu-tipu pendirian Universitas Madjapahit. Penipunya memakai gelar MA. Belakangan ketika disidang di pengadilan, dia menyatakan kalau MA itu bukan gelar akademis tapi singkatan Marto Atmojo :-D)

Mencermati berita-berita ini saya jadi berfikir kalau ini sangat mirip dengan hoax. Dan, lagi-lagi, saya lebih prihatin lagi jika dikaitkan dengan agama. Kasus Zahara Fona misalnya, dia berhasil menipu banyak ulama dan uamt (konon termasuk wakil presiden dan mentri agama). Kakanwil Kesehatan DKI waktu itu menyangsikan kebenaran beritanya karena mustahil bayi yang membuka mulutnya saja tidak bisa kok mampu mengaji. Hasilnya, DR. Herman diancam oleh orang-orang fanatik (mungkin dianggap kafir atau mengingkari kebesaran Tuhan? Baca posting saya beserta komentar-komentarnya di Fosil Jebal Barez ). Nyatanya bayi mengaji hanyalah isapan jempol dan ternyata suara yang keluar berasal dari tape recorder. Nah lo!!

Kembali ke Blue energy ini, di situsnya banyugeni.com, disebutkan pula bahwa ini adalah teknologi ini dihasilkan setelah mengkaji Al-Quran. Sekali lagi kita harus hati-hati. Bagaimana jika ternyata teknologi ini memang cuma tipu-tipu, meski dengan label ayat Quran segala.
Kita tentu menghargai upaya terobosan-terobosan dan penemuan oleh siapapun, apalagi oleh anak bangsa sendiri. Namun, hendaknya itu tidak lantas mengurangi daya kritis kita.

Saya terus terang tidak punya kapasitas ilmu untuk menilai validitas penemuan ini. Tapi saya berharap mudah mudahan blue energy ini memang bukan isapan jempol, dan jangan sampai ternyata cuma blur energy, alias energi yang tidak jelas :-)

Membela dan Merugikan(?)

Masih sekitar UIN/IAIN, sewaktu kami pulang dari acara wisuda. Di jalan pertigaaan UIN macet. Padahal cuaca sangat panas dan gerah. Ternyata di tengah jalan itu ada demo menolak kenaikan BBM. Para demonstran ini membakar ban tepat di tengah jalan dan membuat lingkaran mengelilinginya. Praktis ruas jalan yang sedang ramai-ramainya itu macet. Sebagai pengguna jalan sebenarnya jengkel juga. Bagaimana tidak, cuaca sangat terik, sedang buru-buru, macet sampai panjang sekali. Saya yakin bukan hanya saya yang berang. Saya lihat ada seorang sopir sempat adu mulut akrena kesal. Bukannya mengabaikan aspirasi mereka (membela rakyat?), mungkin tujuannya baik, tapi cara-cara yang ditempuh ini sudah merugikan rakyat…

Melihat perkembangan aksi-aksi demonstrasi akhir-akhir ini justru membuat prihatin. :-(

Dari Masa Lalu

Sewaktu menghadiri wisuda di UIN Jogja minggu lalu saya sempat berkeliling. Seperti saya posting beberapa waktu lalu, saya pernah lama di lingkungan ini, dengan segala suka-dukanya. Tapi kondisi sekarang sangat lain. Saya tidak lagi menemukan gedung-gedung yang dulu, termasuk masjid yang kami di pernah bersembunyi ketika dikejar-kejar aparat. Suasana jalanan yang dulu teman-teman sering menyanyikan lagu Darah Juang :-) juga sudah beda. Gedung-gedung sekarang berganti menjadi gedung-gedung megah. Ada sedikit rasa kehilangan dimana saya agak sulit ketika mau ‘napak tilas’ masa lalu. Meski kondisi fisik gedung jauh lebih bagus. Saya sadar sedang tidak membutuhkan sesuatu yang bersifat material.

Saya jadi berfikir, benar juga ya ketika banyak bangunan bersejarah tempo doeleo yang diruntuhkan dan dibangun bangunan yang meskipun lebih mewah, tapi ruh-nya sudah menjadi lain. Itu seperti sedang menggusur sejarah. Sewaktu ada reuni SMA saya, ada seorang alumni, seorang mantan menteri yang dengan bersemangat bercerita kenangan masa lalu dan menunjukkan tempat-tempat di sekolah dimana dulu pernah menajdi bagian hidupnya. Untungnya bangunan sekolah saya ini masih seperti dulu, ada beberapa gedung dibangun, namun bangunan inti masih tidak banyak berubah. Prihatin juga kalau membaca-baca banyak ‘monumen’ sejarah harus digusur untuk kepentingan bisnis dll.

Sebagai personal ataupun komunitas, menurut saya, bagaimanapun kita ini ternyata memang membutuhkan sebuah pijakan dari masa lalu kita untuk menatap dan membangun masa depan.

Hoax Raksasa

Coba bandingkan kedua gambar berikut

Gambar pertama pernah beredar dengan tambahan cerita macam-macam, misalnya ini diperkirakan kerangka Nabi Adam atau Kaum Ad yang disebutkan dalam al-Quran. Diberitakan pula misalnya kerangka raksasa ini ditemukan di kawasan pertambangan Aramco Arab Saudi dan lokasi penemuan ditutup untuk publik dsb. Ada juga cerita bahwa ini ditemukan di India dan bagian dari mitos Rhaksasa melawan dewa.

Kenyataannya, foto yang di atas adalah hasil retouch photosop yang dilombakan di http://www.worth1000.com. Silahkan lihat beberapa foto lain yang di-retouch yang juga menakjubkan di situs tersebut.

Foto kedua disinyalir sebagai foto asli sebelum di-retouch yang merupakan foto penggalian fosil mastodon.

Sekali lagi saya hanya ingin mengingatkan bahwa hoax bisa dibuat dan disebarkan siapapun dengan tujuan apapun. Yang membuat prihatin adalah jika hoax ini dikait-kaitkan dengan agama (misalnya fosil raksasa ini dikaitkan dengan Kaum Ad dalam Al-Quran, padahal dalam Al-Quran-pun tidak secara eksplisit menyebutkan Kaum Ad berwujud raksasa). Bayangkan jika ada seorang muslim yang percaya betul dengan ini lalu disebarluaskan ke banyak orang lalu di satu saat mengetahui bahwa ini adalah berita palsu. Sekali lagi dalam dunia penuh informasi tak karuan seperti ini kita harus ekstra hati-hati memilah dan memilih informasi yang benar.

Maha Suci Allah dari segala tipuan

Baca juga posting

http://mtamim.wordpress.com/2007/07/17/fosil-spektakuler-di-jebal-barez/

Dua Dosen Blogger Menuju Pemilihan Walikota

Dua orang dosen ITB melaju menuju Pemilihan Walikota Bandung. Kebetulan keduanya adalah para blogger yang cukup aktif. Saya cukup tersanjung karena di blog beliau-beliau mencantumkan link blog saya sebagai link teman. :-)

Yang pertama mendeklarasikan untuk menjadi calon independen adalah Pak Arry (http://kupalima.wordpress.com), dosen elektro, yang mendaftar menjadi Calon Wakil Walikota (berdampingan dengan Pak Syinar). Sedangkan Pak Taufikurahman (http://taufikurahman.wordpress.com), dosen SITH, menjadi calon Walikota Bandung dengan diusung oleh PKS (belum ada kepastian siapa yang menjadi calon wakilnya).

Selamat berjuang kepada kedua beliau ini.
Dan semoga ke depan, Bandung akan menjadi lebih baik lagi

(Meski saya bukan warga Bandung, kota ini telah menjadi bagian dari hidup saya. Love Bandung..)

Artikel Di Suara Muhammadiyah

Sekitar dua bulan lalu saya membuat aplikasi tentang Pedoman Hidup Islami Muhamadiyah di HP, ternyata mendapat respon dengan diulasnya aplikasi tersebut di website muhammadiyah.or.id berjudul Pedoman Hidup Islami Kini di Handphone Kita.

Saya juga menulis sebuah artikel mengenai pemanfaatan ponsel sebagai media dakwah berjudul “Dakwah Islam Di Era Seluler” di Majalah Suara Muhammadiyah. Pagi ini saya dapat kiriman edisi terbaru majalah tersebut. Setelah saya buka ternyata artikel saya telah dimuat di edisi ini.

Dapat Cek Kedua

Setelah beberapa waktu lalu saya pertama kalidapat kiriman surat cinta cek dari Google, kemaren saya mendapat kiriman lagi untuk kedua kalinya. Namun, jumlah amount cek yang ini lebih kecil. Saya agak salah waktu menghitungnya (salah baca peraturannya). Dulu saya kira nilai penghasilan saya sudah melampaui titik tertentu, dan cek saya request untuk dikirim, ternyata yang dikirimkan di cek itu jumlah pendapatan sampai akhir bulan sebelumnya. Jadi penghasilan pada bulan saat kita request cek itu belum dikirimkan. Tapi ya gakpapa lah. Yang penting harus bersyukur dan banyak-banyak beramal :-)

(btw tidak ada request untuk traktiran lho :-D )